Melalui Yahoo Messenger (YM), saya sempat berdiskusi dengan beberapa teman tentang masalah pembatasan akses internet di kantor masing-masing.
Seorang teman yang memiliki usaha konsultan teknologi informasi menyatakan bahwa pembatasan akses internet di kantor adalah mutlak adanya. Alasannya standar seorang pengusaha: “akses internet bebas di kantor akan menurunkan produktivitas para karyawan.”
Sedangkan teman yang berstatus sebagai karyawan di sebuah perusahaan perbankan nasional menyatakan bahwa pembatasan akses internet di kantor sebenarnya tidak perlu dan cenderung tidak efektif.
Menurutnya pembatasan akses internet hanya akan semakin menurunkan kinerja para karyawan. Sebab mereka jadi lebih sibuk mencari-cari cara untuk mengakali bagaimana supaya bisa menembus sistem pembatasan akses internet di kantornya daripada menyelesaikan tugasnya.
Saat mereka bertanya tentang pendapat saya maka dengan serta merta saya pun menjawab, “Ngapain dibatasi, selama target pekerjaan bisa tercapai dan mereka bertanggung jawab atas pemanfaatan internet di kantor, buat saya sih nggak masalah..”
Tanggapan pro-kontra atas pernyataan saya yang muncul tersebut belum seberapa dibandingkan dengan tanggapan yang muncul atas pernyataan saya berikutnya:
“OB (office boy) di kantor saya saja pada dapet akses internet sepuas-puasnya kok..”
Beneran.. dua orang OB di kantor saya punya akses tidak terbatas lho ke internet
Malahan, contact list YM mereka lebih panjang dibandingkan dengan punya saya
Mengapa saya dan dua orang pemilik PT. AWAKAMI lainnya mengeluarkan kebijakan seperti itu?
(halah, kayak pejabat aja pake kata “kebijakan”..)
Alasannya sederhana sekali, kita tidak bisa membatasi hak atas kebebasan mengakses informasi dalam bentuk apapun.
Fasilitas akses internet di kantor disediakan dengan tujuan utama untuk pembelajaran dan mendukung pekerjaan (masa buka bisnis di bidang IT tapi nggak punya akses internet). Tujuan lainnya ya untuk sosialisasi dan sebagainya.
Harapan kami dengan diberikannya akses internet yang tidak terbatas, setiap orang di perusahaan akan belajar bertanggung jawab atas informasi yang mereka akses.
Kami dan para karyawan mempunyai kesepakatan bahwa perusahaan berhak untuk mempublikasikan apa saja yang diakses oleh setiap orang di kantor melalui internet setiap saat.
Jadi dalam hal ini kontrol sosial menjadi penyaring yang efektif dalam membatasi perilaku mengakses informasi yang tidak penting melalui internet.
Mereka pun lambat laun akhirnya lebih memanfaatkan internet untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuannya di bidang apapun.
Akses ke fasilitas chatting atau website komunitas seperti Friendster biasanya dilakukan di jam istirahat atau di luar jam kerja. Mayoritas di jam kerja internet digunakan untuk mengakses informasi-informasi yang terkait dengan pekerjaan mereka.
Jika perlu melakukan download atas konten-konten pribadi, mereka melakukannya di akhir pekan sehingga nanti di hari Senin sudah bisa diambil. Kami memang menyediakan satu komputer khusus untuk menampung download konten pribadi khusus untuk akhir pekan.
Hasilnya?
Semua orang senang dan ternyata akses internet tidak terbatas menjadi salah satu pendorong produktivitas kerja
Plus, OB kami yang seumur-umur nggak tahu akses internet malah lebih hafal situs-situs yang menyampaikan informasi-informasi gaul termutakhir!
Popularity: 9% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Tanggapan Pribadi Atas Internet Marketing & Motivasi Gabung dengan TDA
- Polemik “Jangan Percaya Semua yang Kamu Baca” & “Validitas Informasi di Wikipedia”
- Wirausahawan Banyakan Nongkrong di Kantor? BAHAYA!
- Bisnis Online Memiliki Prospek Bagus?
- AWAS, Jangan Terjebak Harga Aplikasi Software Murah!!
- Jangan Sepelekan Pendapat Kedua!
- Waduh… THR Kok Diributin
- MetaCare: Road to INAICTA 2010 Open Source Category Winner
- Harga BBM Melangit? Buka Toko On-line Saja!
- Mencari yang Mau Menerima Kebaikan Saja kok Susah..
- Prosedur PHK yang (Diharapkan) Obyektif
- Review Google Chrome
- Posisi Penting SME (Subject Matter Expert) dalam Pengembangan Aplikasi Sofware
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian III
- Tips Menghitung Anggaran Biaya Software Development/Engineering

Ada satu hal yang mungkin lupa dibahas… Lha yang bayar koneksi Internet itu apa tidak merasa dirugikan ??
Saya ngerasa-in sendiri… saya punya beberapa staff di kantor, masing2 komputernya terkoneksi Internet…tanpa dibatasi.
Kegiatan resmi kantor sih cuma sebatas email, itupun cuma saya yang mengerjakan. Selain dari itu, paling saya pakai untuk hal2 lain yang saya sudah cek cuma makan max 900Mb total upload dan download per bulannya.
TAPI, 2 Bulan terakhir ini tagihan Internet connection gila-gilaan…JUTAAN…mau ngomel, sama siapa juga bingung, kan nggak tau siapa yang pakai ?? Masa mau asal tuduh kan gak mungkin…
Coba..gimana tuh ????
@ Vella:
Mungkin solusinya adalah menggunakan sewa biaya tetap yang relatif terjangkau saat ini.
Dan tentu saja harus ada sistem kontrol internal untuk mengendalikan penggunaan internet di kantor.
klo soal kinerja karyawan menurun sih itu urusan masing2. Tetapi klo karyawan yg pada hobi download ini itu yang berat, kan yg kena dampak semuanya. Mo cari artikel penting yang berhubungan dengan pekerjaan jadi tak bisa karena sebagian besar bandwith digasak sama yg lg download.
good, emang bener saya aja jadi ngantuk saat jam kerja kalau ga ada akses internet .