Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Para Remaja: Ayo Kita Lawan Bullying!!

Bullying adalah fenomena yang sebenarnya sudah terjadi sejak jaman dulu. Bahkan mungkin banyak di antara kita yang pernah mengalaminya. Baik sebagai korban, pelaku maupun korban sekaligus pelakunya.

Terjadinya bullying sebenarnya adalah hal yang biasa terjadi dalam lingkungan sosial manusia di usia remaja maupun pra-remaja.

Namun hal itu menjadi tidak biasa ketika hal tersebut mengarah pada tindakan-tindakan melanggar hukum seperti penganiyaan, perbuatan tidak menyenangkan di muka umum, pemerasan, dsb.

Ironisnya, kebanyakan para remaja pelaku bullying melakukannya hanya karena membutuhkan pengakuan dari komunitas yang mendorongnya.

Lantas, bagaimana mencegah para remaja tidak melakukan atau menjadi korban bullying?

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah terjadinya bullying:

  1. Berikan mereka alternatif komunitas yang mengakuinya
  2. Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan pengakuan atas keberadaan dirinya. Terlebih pada usia remaja yang sedang dalam masa transisi dan krisis identitas.

    Dalam masa krisis tersebut para remaja lebih senang berkumpul dengan teman-teman sebayanya yang menurutnya lebih bisa menerima dan senasib-sepenanggungan dengan mereka.

    Suatu berkah jika kemudian komunitas yang memeluk mereka memberikan dampak positif dalam perkembangan dirinya. Jika tidak maka sudah menjadi kewajiban kita memberikan alternatif komunitas yang positif dan tetap memenuhi kriteria penerimaan identitas para remaja tersebut.

    Jika komunitas yang selama ini mau menerima mereka adalah kelompok-kelompok yang menurut mereka gaul, populer, trendi, berkuasa, dsb maka setidaknya alternatif komunitas yang kita tawarkan pun harus bisa seperti itu dengan muatan positifnya.

    Maka menjadi tantangan bagi kita menemukan dan meramu komunitas alternatif positif sesuai selera mereka. Misalkan jika menurut mereka komunitas dengan pakaian keluaran distro terkenal adalah hebat maka bisa kita tawarkan kepada mereka komunitas wirausahawan remaja yang memproduksi distro sendiri.

    Selain dapat menonjolkan identitas dan menyalurkan kreativitas mereka, hal tersebut dapat memupuk jiwa kewirausahaan mereka. Dan biasanya, dengan semakin meningkatnya kesadaran kewirausahaan mereka, perilaku konsumtif akan ditekan dengan sendirinya.

    Dengan mengalami sendiri bahwa nyari duit itu lebih susah daripada ngebelanjainnya!

  3. Putus mata rantai para pelaku dan budaya bullying
  4. Biasanya budaya dan tradisi bullying diwariskan dengan sistem kaderisasi yang kuat. Motivasi mempertahankan hegemoni senioritas adalah faktor terkuatnya.

    Membentuk kesadaran akan sisi negatif hal tersebut tentunya bukan hal yang mudah.

    Tapi dari pengalaman saya pernah membimbing para remaja usia sekolah menengah, cara paling efektif adalah sering mengadakan kegiatan bersama antara generasi tersebut maupun para alumnusnya.

    Dari seringnya melakukan kegiatan bersama, terbentuklah jalinan persaudaraan yang terlahir atas kesadaran bahwa yang senior harus membimbing yang yunior dan para yunior harus menghormati para senior yang sudah bersusah payah mau membantunya.

  5. Ajarkan cara mengantisipasi kekerasan bukan melakukannya
  6. Kekerasan adalah kenyataan sebagai bagian dari hidup kita. Bagaimanapun kita tidak menginginkannya, hal tersebut pasti akan pernah menyentuh kita.

    Maka sudah menjadi kewajiban untuk memberikan penyadaran akan hal tersebut serta pelatihan untuk mengantisipasinya.

    Latihan bela diri adalah salah satu alternatif pembentukan mental-spiritual dan jasmani yang cukup memadai dalam mencapai hal tersebut.

    Walaupun didapati beberapa oknum remaja yang menyalahgunakan keterampilan bela dirinya untuk melakukan praktek bullying, setidaknya ada bantuan pihak lain untuk mengantisipasinya, yaitu lembaga pelatihan bela diri tersebut.

    Biasanya, demi menjaga nama baik lembaganya para sesepuh lembaga pelatihan bela diri tersebut akan turun tangan melakukan pembinaan kepada para anggotanya yang terlibat penyalahgunaan atas keahliannya.

  7. Tingkatkan kepedulian lingkungan sosial untuk mencegah praktek bullying
  8. Selama ini seringkali praktek bullying dilakukan di area publik tanpa adanya pencegahan dari lingkungan sekitarnya.

    Sudah waktunya masyarakat ikut peduli dan melakukan pencegahan atas praktek bullying yang terjadi di lingkungannya.

  9. Dukung gerakan diet siaran televisi!
  10. Diakui atau tidak, acara-acara dan penampilan yang disiarkan melalui media televisi ikut membentuk masyarakat pengaksesnya.

    Maraknya sinetron-sinetron murahan yang mengajarkan bagaimana melakukan dan membolehkan terjadinya perilaku negatif adalah hal yang sangat mengerikan bagi saya.

    Maka sudah waktunya kita membatasi para anak-anak dan remaja menonton televisi.

    Kompensasi dari diet menonton televisi berarti setidaknya disediakan fasilitas untuk olah raga, kesenian dan membaca.

    Tentunya lebih menyehatkan bagi para orang tua mendampingi anak-anaknya berolahraga di pagi hari sebelum berangkat ke kantor.

    Atau belajar memainkan alat musik dan berjalan-jalan ke perpustakaan!

Jadi pada akhirnya usaha untuk melawan bullying tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pihak penyelenggara lembaga pendidikan/sekolah.

Perlu kepedulian dan dukungan dari setiap pihak di masyarakat untuk melawannya.

Terutama kepada para remaja, ayo kita lawan bullying!

Popularity: 8% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Para Remaja: Ayo Kita Lawan Bullying!!
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Kemana Nih LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja) Cs?
  2. Surat Terbuka untuk Yang Mulia Para Petinggi Negeri
  3. Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
  4. Para Mentor & Panutan Bisnis Saya (yang kata orang sih nggak mutu..)
  5. Sudahkah Kita Nikmati Ibadah Kita?
  6. Gank Motor Bandung: “Dekati Bukan Tembak Mereka”
  7. Thoharoh – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (1)
  8. Bersyukurlah Kita Jadi Warga Negara dan Tinggal di Indonesia!
  9. Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
  10. Ditindas atau Bangkit Melawan (Jilid 2)
  11. Ternyata Alloh SWT Melarang Kita Memberi karena Ingin Menerima Lebih Banyak..
  12. Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
  13. Thuma’ninah – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (7)
  14. Batas Itu Ada Dalam Pikiran Kita
  15. Sisindiran, Kesenian Tradisional Sunda yang Dilibas Rap

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>