Sudah banyak berita yang mencuat di berbagai media nasional saat ini yang mengulas tentang kebrutalan para anggota gank motor di daerah Bandung dan Jawa Barat.
Bahkan Kepolisian Kota Besar Bandung mempublikasikan rekaman video inisiasi anggota baru gank bermotor tersebut. Terlihat menyeramkan, bahkan jika dibandingkan dengan inisiasi para Praja IPDN!
Sebenarnya fenomena gank motor ini sudah muncul sejak tahun 70-an silam. Awalnya mereka adalah sekumpulan anak-anak remaja usia belasan tahun yang tertarik dengan olah raga balap motor.
Karena minimnya fasilitas dan dukungan dari pihak terkait, kegiatan olah raga bermotor tersebut akhirnya menggunakan tempat-tempat umum dan cenderung dianggap mengganggu ketertiban umum.
Diakui oleh para sesepuh maupun mantan anggota gank motor tersebut bahwa telah terjadi pergeseran orientasi dari para anggotanya.
Jika tujuan awal dibentuknya kelompok tersebut murni sebagai menyalurkan hobi maka sekarang sudah menjurus ke arah kejahatan yang cenderung terorganisir.
Sebagaimana dengan konsep yang selama ini diterapkan maka kecenderungan solusi atas masalah itu adalah pendekatan kekerasan daripada pembinaan.
Rasanya kok kurang layak jika para penegak hukum kemudian menuding rendahnya ancaman sanksi menyebabkan para remaja pelaku kriminalitas di gank bermotor tersebut tidak mendapatkan efek jera yang mencukupi.
Padahal secara kejiwaan, remaja-remaja tersebut sedang masa transisi sehingga memerlukan pengawasan, pembinaan dan bimbingan yang intensif.
Tentu saja masalah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan orang tua di rumah karena masyarakat pun memiliki peran besar dalam membentuk pribadi mereka.
Saya teringat saat masih seusia remaja-remaja anggota gank bermotor itu. Di tengah krisis mental yang membingungkan saat itu, saya hampir-hampir ikut bergabung dengan sebuah gank motor yang cukup besar.
Alhamdulillah, saat itu ada beberapa pihak yang selalu mendampingi saya. Energi berlimpah yang begitu meluap dapat disalurkan ke kegiatan-kegiatan positif.
Hampir setiap ekstrakurikuler yang ada di sekolah saat itu saya ikuti. Dari mulai Paskibra, PKS (patroli keamanan sekolah) hingga Pramuka. Di luar sekolah pun saya masih sempat ikut nyantri di beberapa pesantren di dekat rumah.
Walaupun pada akhirnya prestasi akademis saya pun selama di SMP menjadi biasa-biasa saja. Tapi kedua orang tua saya berprinsip lebih baik saya menggali pengalaman sebanyak-banyaknya di lingkungan sosial yang nyata daripada hanya berkutat di meja belajar.
Setidaknya karena sudah lelah beraktifitas dimana-mana, saya lebih memilih untuk tidur di rumah atau berkumpul bersama keluarga.
Tapi sekalipun demikian, saya tetap memiliki hubungan yang baik dengan banyak teman-teman yang menjadi anggota gank motor maupun yang sering dianggap berandalan.
Ada cerita unik mengenai hal ini. Saat saya menjadi Ketua Majelis Perwakilan Kelas di SMP, muncul ide untuk mengorganisir teman-teman tersebut menjadi Klub Keamanan Sekolah.
Ide tersebut diapresiasi dengan baik oleh pihak sekolah hingga akhirnya terbentuklah Klub Keamanan Sekolah yang diberi nama GAF = gallant and fantastic, halah.. narcist banget
Ternyata dampaknya sangat positif. Mereka jadi lebih mencurahkan energinya untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna.
Mayoritas teman-teman saya tersebut mengaku senang karena eksistensi mereka diakui! Itu saja ternyata yaa..
Mereka, para remaja yang dianggap bermasalah ternyata hanya ingin diakui keberadaannya. Pengakuan itu menjadi penting karena mulai terbentuknya ego tidak ingin lagi dianggap anak-anak.
Lantas mengapa kegiatan-kegiatan semacam Paskibra dan Pramuka tidak bisa menarik minat mereka?
Sederhana sekali jawabannya: “Disana terlalu hierarkis dan nggak gaul banget..”
Ya, hanya itu masalahnya. Bagi mereka gank bermotor adalah keluarga yang bisa menerima dirinya apa adanya.
Keberadaan mereka diakui dan kepentingan mereka selalu dibela oleh gank. Sehingga sangat wajar jika kemudian mereka dengan mudah dapat dikemudikan untuk melakukan apapun dengan mengatasnamakan kelompoknya.
Faktor yang sangat logis jika kemudian dikaitkan dengan kita semua sebagai anak bangsa ini. Kita pun akan rela mengorbankan diri demi harkat dan martabat bangsa ini. Nggak ada bedanya kan? Memang sudah dari sananya kita punya ego kelompok yang akan selalu dibela kepentingannya.
Hanya saja sekarang kita harus bisa mengarahkan remaja-remaja tersebut kembali ke jalur normatif dalam penemuan jati diri mereka.
Dibandingkan orang-orang dewasa anggota mafia apapun di negeri ini, remaja-remaja itu tidaklah sejahat mereka.
Remaja-remaja itu hanya perlu diarahkan dan diberi pencerahan bahwa selalu ada alternatif penyaluran yang baik bagi mereka dalam mengekspresikan diri.
Kita tidak pernah tahu apakah kelak akan ada seorang pemimpin besar negeri ini di kemudian hari di antara potensi mereka.
Jika memang ingin membubarkan gang bermotor, eksekusi orang-orang dewasa yang mendalangi kegiatan-kegiatan kriminal tersebut secara hukum.
Kalau perlu sih, kirim petrus lagi sajalah kaya jaman dulu. Efektif dan efisien..
Sedangkan remaja-remaja itu sebaiknya dibina di tempat-tempat pembinaan yang baik. Mungkin perlu dipikirkan sinergi antara lembaga-lembaga pendidikan spiritual dan kemiliteran.
Daripada barak-barak pendidikan kemiliteran itu kosong karena menunggu masa diklat berikutnya, lebih baik digunakan untuk membina remaja-remaja tersebut dengan sentuhan spiritual yang baik.
Harapan saya sih, tidak akan pernah ada penjara anak/remaja di negeri ini. Mereka adalah manusia-manusia yang belum utuh kesadarannya. Jika kemudian mereka berbuat salah, itu adalah bagian dari proses belajar yang harus diapresiasi dan dievaluasi dengan baik.
Kita yang merasa sudah lebih dewasa inilah yang seharusnya mampu membimbing dan mendidik mereka dengan baik.
Karena cacian dan makian sudah terlalu banyak mereka terima hingga akhirnya meresap ke dalam bawah sadar pikiran. Hingga akhirnya secara perlahan membentuk karakter mereka secara negatif menurut caci-maki itu.
PS: Bapak-bapak Yang Terhormat, daripada uangnya dibuang-buang buat beli peluru, lebih baik dipakai membina mereka dengan lebih baik..
Popularity: 10% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Kemana Nih LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja) Cs?
- Para Remaja: Ayo Kita Lawan Bullying!!
- Polemik Malaysia “Mengakui Angklung Sebagai Kekayaan Budaya Mereka”
- Kaya Bukan Berarti Sejahtera
- Di Balik Aturan Menyalakan Lampu Sepeda Motor di Siang Hari
- Pikiran Anda Tidak Sebodoh yang Anda Kira! (Karena Kita “bukan” Kera Terpelajar)
- “The Valley” Salah Satu Tempat Makan Romantis di Bandung
- THE KIOSK = Tempat Ngumpulnya Jajanan Top di Bandung
- Ah.. Beneran nih Artalyta bukan Bendahara PP PKB?
- Sistem Informasi “Bukan” Sekedar Software Engineering!
- Tempat Jajan di Bandung Raya :D
- Nasi Uduk Merdeka Bandung & Ayam Aep..
- Pasadena Resto: Tempat Makan Steak Murah dan Enak di Bandung
- Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
- Hidupilah Komunitas bukan Hidup dari Komunitas!

@ Black emmo boys
Terima kasih atas makiannya..
Semoga Anda bisa melakukan hal yang lebih baik dari sekedar memaki
My_Mi@yahoo.com
Buat smua.. anak geng motor
Gua sebagai team tempore Grab On RoaD
Kami Cinta geng motor……
tapi kami benci dengan gank *** (sorry, admin censored) yang ada…
hanya ada satu kata untuk klian ****** (sorry, admin censored)….
GraB_On_RoaD™
TEMBAK SAJA!!!!!
pengacau masyarakat harus ditindak tegas!!!
Udah TEMBAK aja Bro..
Orang TUA Nya juga dah nggak PEDULI koq
@ daniello & Eddy:
Memang itu cara paling gampang, tapi nggak menyelesaikan akar masalahnya.
Kita kan nggak pernah tahu potensi positif apa yang masih terpendam dan tertutupi oleh pengaruh buruk lingkungannya itu.
Kalau orang tua mereka sudah tidak peduli maka jadi tugas kita buat peduli.
Iyaa bener Tembak aja Pak Pulisi..
Dari pada dana kita habis tuk recovery dll, mending abis buat bbrp peluru..
asalamualaikum wr.wb abdi mono
jakarta tapi abdi asli bandung.langsung waenya ka barudak bandung hati2we tong seueur ameng di luar.trus kabarudak gank naonlah da ewuh gunana angguranmah ayeunamah kudu loba cicing di masjid ok.
biarin aja mereka ada,,tp perlu di bentuk lagi aja biar ga terlalu brutal gitu loh…!
cp tau,,mereka bisa jadi pembalap indonesia…
GraB on Road is No.1
KAMI GBR CIKUTRA BKN GANG PERUSAK TAPI KAMI HANYALAH MEMBANTU MELAWAN KEKERASAN
YG TERJADI PADA MASYARAKAT YG TAK BERDOSA
MKNYA KMI TERLAHIR SBG THE HARD GANK”BANGER THE ROAD ON KING OF ROAD YAITU GRAB ON ROAD
@ GBR CKT IS BACK:
Halo bro..
Trims buat komentarnya.
Tombol caps lock-nya keteken ya
Tolong nanti biar nggak dianggap trolling.. tulisannya jangan huruf kapital semua ya..
Trims
wuich……..makna yg trkndung dLm ganknYa cKuP meMbuaT aQuwH gimAna 9tOe,,,,,?? sLm waD anaK” sManSaBoY eA^
kata siapa harus didekati,didekati malah disabet samurai,jd benar harus di tembak biar ada rasa jera
teman sy saja dipepet truz nyerahin apa yang di minta eh tetep di bacok.
bantai abis genk motor jangan takut sama bekingnya.
buat anak gank motor yg di bandung, mungkin sampai saat ini barudak nu nyaah ka tanah sunda/ siliwangi belum bersatu utuh, jadi kalian masih bebas brutal. tp inget siksaan udah kalian mati lebih sakit daripada yang kalian perbuat.
Kalau aku yang diganggu, cuma ada 3 hal yang bisa mangetasi: Polisi menangani dengan baik, kalian menyerah atau aku mati!