Buku berjudul “The Art of Innovation” ditulis oleh Tom Kelley dan Jonathan Litman. Versi terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Penerbit.
Tom Kelley adalah General Manager IDEO Product Development yang didirikan oleh kakaknya David. M. Kelley. IDEO adalah perusahaan konsultansi desain terkemuka di dunia. Spesialisasi dari perusahaan ini adalah pengembangan produk siap pakai dan strategi inovasi.
Buku “The Art of Innovation” ini banyak memberikan inspirasi dan pemahaman mendalam maupun penggunaan alat-alat yang diperlukan bagi para pemimpin perusahaan dalam upaya menjadi pionir serta bintang tertinggi dalam industri yang dikembangkannya.
Secara pribadi buku ini banyak memberikan pengertian mendalam bagi saya dalam menjalankan bisnis yang sekarang sedang berkembang. Bisnis yang sedang saya kembangkan bersama rekan-rekan pendiri lainnya serta para profesional TI yang handal ini memerlukan inovasi yang terus-menerus tanpa henti.
Kami yakin, usaha yang kami rintis ini akan segera ditelan arus persaingan yang keras dan kejam jika tidak memiliki etos belajar dan kecerdasan membaca peluang pengembangan secara cerdik.
Buku “The Art of Innovation” ditulis dengan gaya yang menarik dengan menampilkan studi kasus yang nyata sebagai contoh dan bahan pembelajaran. Contoh dan bahan pembelajaran tersebut ada yang merupakan kegagalan maupun kesuksesan sehingga memberikan banyak perspektif baru dalam menciptakan ruang-ruang inovasi tiada batas.
Banyak sekali informasi yang menjadi model pengembangan usaha perusahaan yang kami dirikan berasal dari buku ini. Beberapa tips dan trik pengembangan inovasi telah teraplikasi dan memberikan hasil yang nyata dalam peningkatan kualitas serta kredibilitas bisnis kami.
Salah satunya adalah tips dan strategi dalam memberikan janji kepada pelanggan. Misalkan kita bersepakat untuk memberikan demo/presentasi awal atas software aplikasi yang kita bangun 30 hari ke depan.
Jika menggunakan model konvensional, biasanya kita akan berusaha untuk menyelesaikan software aplikasi tersebut sesuai tenggat waktu yang disepakati (selama 30 hari dalam kasus ini). Ternyata setelah software aplikasi tersebut kita presentasikan tidak sesuai dengan pengharapan para pengguna dari pihak pelanggan.
Mereka banyak mengeluhkan kekurangan dan tidak diakomodirnya kebutuhan-kebutuhan mereka dalam software aplikasi yang kita presentasikan. Sekalipun sudah memberikan penjelasan-penjelasan bahwa software aplikasi tersebut masih dapat dikembangkan lagi serta masih dalam proses pengerjaan, pola-pikir pengguna/pelanggan sudah terbentuk secara negatif atas kapabilitas kita.
Tentunya hal ini memberikan dampak buruk dalam kelanjutan kerjasama dengan pelanggan. Ada kemungkinan pelanggan akan membatalkan kerjasama karena menilai rendah kualifikasi kita dalam mengerjakan keinginan mereka.
Namun bandingkan dengan strategi berikut..
Manajer Proyek kami meminta waktu minggu depan kepada pihak pelanggan untuk berdiskusi dan memberikan model kasar atau mockup software aplikasi. Biasanya karena rasa penasaran dan dilibatkan secara intensif oleh kita, pihak pengguna/pelanggan akan setuju untuk bertemu membahas mockup tersebut.
Berangkat dari mockup yang sudah dipresentasikan, biasanya akan banyak masukan dan penambahan daftar kebutuhan dari para pelanggan/pengguna. Data-data inilah yang menjadi acuan kita dalam memperbaiki mockup versi pertama tersebut.
Setelah kita menyempurnakan versi pertama mockup kita, pelanggan biasanya sangat antusias untuk melakukan diskusi lanjutan minggu depannya lagi. Hal ini wajar karena tentunya mereka sangat ingin melihat bagaimana keinginan-keinginannya diterapkan dalam penyempurnaan mockup versi kedua.
Dari persetujuan mockup versi kedua pelanggan akan sedikit-banyak terpuaskan dan sudah memiliki gambaran awal positif atas software aplikasi yang akan dipresentasikan model awalnya nanti.
Sehingga pada saat tenggat waktu 30 hari yang disepakati tercapai, apa yang menjadi keinginan para pengguna dapat ditampilkan dengan baik dan memuaskan.
Hal tersebut tentunya akan berimplikasi pada baiknya penilaian pelanggan atas kualifikasi kita dalam menyelesaikan pekerjaan yang mereka berikan.
So, happy reading..
[email_link]
Popularity: 2% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Review Buku “Blue Ocean Strategy”
- Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
- Review Buku “Rencana Bisnis Lengkap”
- Review Buku: Sukses Tanpa Batas
- Review Buku “Don’t be Sad” atau “Laa Tahzaan”
- Review Buku “Kantongi Sang Gajah”
- Review Buku: “Rich Game – Cara Kaya dengan Investasi”
- Tinjauan Buku “Blog Marketing”
- Review Buku: “Hebron Journal”
- Resensi Buku “Hypnotic Writing”
- Review Buku: The Alchemist
- Resensi Buku “10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas”
- Review Buku: Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak
- Behind the Process… Buku “Buktikan..! Anda Pasti Kaya-Raya”
- Ulasan Buku: “Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami”

10 Komentar Terakhir