Di era revolusi informasi saat ini keberadaan arus data yang beragam banyak menimbulkan kepanikan (baik sedikit maupun banyak) dalam diri kita. Kepanikan disini biasanya disebabkan oleh derasnya informasi dan data yang harus kita olah serta pertanyakan integritas maupun kebenarannya.
Hal ini terkait juga dengan keberadaan sumber-sumber rujukan yang akan kita gunakan sebagai bank data maupun pembanding literasi atas informasi yang kita inginkan/temukan. Salah satu yang sekarang sedang terkenal adalah Wikipedia.
Situs informasi terbesar di internet ini diperkirakan memiliki 850 ribu lebih topik. Ini baru yang terdapat dalam versi bahasa Inggris, belum bahasa-bahasa lainnya yang dibangun oleh banyak kontributor di seluruh dunia.
Besarnya topik yang ditawarkan dalam ensiklopedia Wikipedia tentunya sangat signifikan jumlahnya dibandingkan dengan dua ensiklopedia ternama saat ini seperti Britannica yang hanya memiliki sekitar 80 ribu topik dan Encarta yang hanya 4500 topik.
Namun di sisi lain validitas dan integritas informasi yang disampaikan di Wikipedia saat ini banyak mendapat serangan dengan beberapa aksi vandalisme oleh orang-orang yang kebanyakan menganggap bahwa situs ensiklopedia ini tidak memiliki tujuan serius.
Masalah tersebut kemudian makin mengemuka setelah Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg, VJ MTV dan penyedia podcasting Adam Curry serta jurnalis Amerika Serikat John Seigenthaler melakukan investigasi atas validitas maupun integritas informasi yang disampaikan oleh Wikipedia yang tidak akurat dan dapat dipertanggunjawabkan keabsahannya.
Maka terkait dengan isu-isu tersebut mungkin sudah saatnya kita bersikap lebih dewasa dan cerdas dalam menindaki setiap informasi yang kita terima. Sudah waktunya kita bersikap kritis dan melakukan beberapa perbandingan data dari referensi yang berbeda.
Saya lebih cenderung mendukung keberadaan situs-situs informasi seperti Wikipedia yang memberikan kebebasan untuk menyampaikan informasi yang kemudian dapat didiskusikan validitas, integritas dan kredibilitasnya.
Hal ini disebabkan media massa sekarang para wartawannya dan redakturnya sudah cenderung sombong dan malas melakukan check, recheck & balancing atas informasi-informasi yang mereka tampilkan.
Sudah waktunya kita memiliki akses tak terbatas atas informasi dan melakukan uji integritas atasnya secara terbuka, kredibel serta bertanggung jawab.
Saya pikir pendapat berikut dari Danah Boyd (Wikipedia, academia and Seigenthaler) patut kita renungkan:
“Sure, students shouldn’t be citing from Wikipedia instead of the primary texts they were supposed to have read. But Wikipedia is a stunning supplement to most texts and often provides pointers to other relevant material that one didn’t know existed. We should be teaching our students how to interpret the materials they get on the web, not banning them from it. We should be correcting inaccuracies that we find rather than protesting the system. We have the knowledge to be able to do this, but all too often, we’re acting like elitist children. In this way, i believe academics are more likely to lose credibility than Wikipedia.”
Kita sudah sebaiknya memberikan dukungan kepada para pelajar/pengakses informasi untuk menggunakan Wikipedia sebagai bacaan teks utama. Tapi di sisi lain Wikipedia harus tetap kita gunakan sebagai acuan dalam mencari materi yang relevan dengan informasi yang kita inginkan.
Sudah waktunya kita belajar menggunakan informasi di internet seluas-luasnya bukan malah membatasi aksesnya. Daripada kita melakukan protes atas sistem yang ada, sebaiknya kita melakukan perbaikan atas hal-hal yang menurut kita tidak benar.
Jadi, marilah kita mulai menggunakan informasi dan melakukan diskusi kreatif yang bertanggung jawab, cerdas, bermutu dan obyektif atasnya dengan setiap pihak yang berkepentingan.
Popularity: 2% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Perlukah (Pentingkah) Audit Teknologi Informasi?
- Jangan Batasi Akses Internet di Kantor!
- SSL dan CA, Aspek Penting yang Sering Dilupakan Saat Membangun e-Commerce
- Ngapain Kamu Sholat?
- Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Terbaik
- Polemik Malaysia “Mengakui Angklung Sebagai Kekayaan Budaya Mereka”
- Apakah Manfaat Sistem Informasi Bagi Bisnis Anda?
- Jangan Sepelekan Pendapat Kedua!
- Kuasai Informasi untuk Kuasai Dunia!
- Pria Tangguhkah Kamu?
- Potong Investasi Teknologi Informasi Anda dengan FLOSS..
- AWAS, Jangan Terjebak Harga Aplikasi Software Murah!!
- Polemik Mahapatih Gajah Mada: Penjajah atau Pahlawan?
- Haahhh.. Kamu Nggak Bisa Bayar Qurban?
- Bingung Menetapkan Kriteria Manajer Proyek yang Baik? Ini Tips Menentukannya!

Setuju, bang
bener juga kadang wikipedia pernah saya temuin ada yang ga tepat, hal itu kebetulan saya tau secara fasih. Nah, kalo ada hal yang benar2 saya ga tau terus saya ingin mencara tau tapi datanya ga akurat, tambah pinter atau bodokah saya??? heheheheh
Bener2 dalam membaca di media apa aja jangan diterima mentah2 tapi ambil itu utk bahan perbandingan dengan yang lainnya, jika diketemukan ada perbedaan coba cari logisnya atau tanya2 sama yang fasih mengenai hal tersebut
gue juga pernah denger tentang kelompok yang menolak untuk mengambil wikipedia sebagai refernsi. kalau gag salah bruxsisme deh nama alirannya.