Sikap berdiri tegak lurus setelah ruku’ ini adalah perwujudan dari keteguhan diri (istiqomah) atas loyalitas yang sudah diikrarkan sebelumnya.
I’tidal adalah upaya meresapkan dalam diri kita untuk selalu konsisten dalam menegakkan nilai-nilai dan seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh Alloh SWT.
Dengan konsistensi tersebut maka kita membiasakan diri selalu memohon kepada Alloh SWT supaya tanpa putus diberi kesabaran dan keikhlasan oleh-Nya.
I’tidal pun meneguhkan kesadaran kita bahwa Alloh SWT selalu “mendengarkan” apa yang terpancarkan dari pikiran dan merangsang terjadinya respon dari alam semesta.
Sehingga sudah sewajarnya jika sinyal yang kita pancarkan tersebut adalah frekwensi pengakuan kita atas Kemahaterpujinya Alloh SWT.
Topik yang mungkin Terkait:
- Ruku’ – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (5)
- Sujud – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (8)
- Duduk di antara dua sujud – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (9)
- Al-Fatihah – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (4)
- Takbirotul Ihrom – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (3)
- Niat – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (2)
- Tasyahhud Akhir – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (10)
- Thuma’ninah – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (7)
- Salam dua kali – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (11)
- Thoharoh – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (1)
- Ayo kita belajar ihsan..
- Benarkah Alloh adalah Tuhan Kita?
- Sudahkah Kita Nikmati Ibadah Kita?
- Siap Menghadapi Sesuatu yang Tidak Siap Kita Hadapi
- Batas Itu Ada Dalam Pikiran Kita


