Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Memanusiawikan Pendidikan di Indonesia (Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2007)

Mungkin sudah banyak di antara kita yang jangankan memperingati, sekedar untuk mengingat bahwa setiap tanggal 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional di negara yang kita cintai ini sudah lupa.

Secara pribadi, saya sebenarnya sudah sangat jemu dengan polemik yang berkembang mengenai sistem pendidikan nasional. Padahal NKRI sudah memiliki UU Sisdiknas yang tentunya dapat menjadi fondasi dari pengembangan pendidikan di negeri ini.

Namun yang kita lihat selain banyaknya polemik dan kasus yang mencuat tentang semakin tidak tertatanya sistem pendidikan kita, indeks prestasi rata-rata kualitas keluaran lembaga pendidikan di kita semakin turun di tingkat internasional.


Saya yang pernah mengalami sistem pendidikan dari tingkat TK sampai PT mengalami betul bagaimana rentannya kemampuan sistem pendidikan di negara kita dalam menjawab tantangan jaman yang begitu sangat dinamis serta tidak kompromis ini.

Bagaimana keberhasilan pendidikan hanya ditautkan dengan seberapa tinggi nilai akademis yang diraih tanpa memperhatikan apakah proses belajar-mengajar berhasil mencapai sasarannya.

Mungkin sudah waktunya sistem pendidikan dan pengajaran di negara kita mulai diarahkan secara eksklusif terhadap setiap individu. Negara kita terdiri atas berbagai macam suku bangsa, agama, ras dan budaya yang tentunya memiliki nilai-nilai standarnya sendiri dalam mempersiapkan generasi penerusnya menghadapi masa depan.

Model pendidikan ala barat yang begitu selalu dipuja sudah saatnya direvisi karena pada kenyataannya pun di tempat asalnya juga sudah mulai ditinggalkan. Saat ini wacana home-schooling semakin trendy dan diakui keunggulannya.

Home-schooling menjadi paradigma sistem pendidikan yang memanusiakan manusia secara alami sesuai dengan bakat serta potensi yang dimiliki oleh peserta didiknya. Dalam sistem pendidikan seperti ini, peserta didik tidak dipaksa untuk menelan materi-materi yang memang tidak sesuai dengan bakat dan minatnya.

Bagaimanapun juga, tujuan pendidikan adalah membentuk manusia paripurna yang memiliki keseimbangan dalam kecerdasan mental, spiritual dan intelijensianya. Selama nilai-nilai dasar yang membentuk kecerdasan integratif tersebut dapat diwujudkan maka pengembangan minat dan bakat setiap manusia diserahkan pada pilihan pribadinya masing-masing.

Sehingga jika memang seorang anak memiliki bakat musikalitas yang tinggi dapat menjadi seorang musikus jenius sekelas Ludwig van Bethoven. Sedangkan yang memiliki minat dan bakat sains dapat menjadi orang yang menumbangkan postulat-postulat Albert Einstein dengan karya-karya nyata ilmiahnya.

Karena tidak selamanya orang dengan bakat musikalitas tinggi memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah daripada seorang doktor yang menemukan theorema matematika baru.

Sudah waktunya pendidikan menempatkan manusia sebagai subyek, bukan obyek yang dipaksa untuk menerima doktrin, dogma dan aksioma. Sudah waktunya kita melakukan kaderisasi dalam membentuk manusia cerdas paripurna yang kelak akan mampu menemukan doktrin, dogma dan aksioma baru!

Selamat Merayakan Hari Pendidikan Nasional :)

Popularity: 3% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Memanusiawikan Pendidikan di Indonesia (Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2007)
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Minimnya Pendidikan Politik Etis Formal dan Dampaknya pada Krisis Demokrasi
  2. Apa yang Terjadi Setelah Seabad Kebangkitan Nasional?
  3. Di Balik Aturan Menyalakan Lampu Sepeda Motor di Siang Hari
  4. Bersyukurlah Kita Jadi Warga Negara dan Tinggal di Indonesia!
  5. Maulid Nabi.. Kok Cuma Jadi Libur Nasional?
  6. Perang Indonesia VS Malaysia
  7. Indonesia Punya Posisi Tawar yang Kuat Terhadap Amerika Lhoo..
  8. Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
  9. Mohamad Toha: “Pahlawan Nasional Tanpa Tanda Jasa”
  10. Catatan Kecil Penutupan Rakernas Rumah Zakat Indonesia
  11. Ribut-Ribut Blokir Situs Porno
  12. The Government of Indonesia Republic will Giving some Free Certification Land for Poor Families
  13. Bisnis IT di Indonesia Tidak Akan Pernah Berkembang?
  14. KEDEWASAAN: Deret Angka atau Deret Kematangan EIS (Emosi, Intelektual, Spiritual)?
  15. Penerapan IT Management Tools di Indonesia

11 comments to Memanusiawikan Pendidikan di Indonesia (Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2007)

  • rini oktarisa

    i like so much this passage because its represents our education situation now days.

  • @ rini oktarisa:

    Thanks a lot.. our nation must be going better to win global competition nowadays.

  • upik

    :razz: yahh…beginilah sikon pendidikan Indonesia. Kemaren pas q ngerjain UN, ampuuuunnn….dech!Sekarang mah cuma bisa doa doank, smoga scannernya pemerintah error!Harusnya namanya bukan “ujian nasional”, tapi “bencana nasional”!!!!

  • @upik:

    Halo Upik..

    Semoga UN kamu sukses yaa..

    Tapi masa depan nggak seluruhnya ditentukan sama hasil UN kamu lho..

    Anggap aja ini salah satu tahapan hidup yang harus dilalui..

    Selama sudah dijalankan dengan sebaik-baiknya berarti tinggal nikmati & syukuri saja kan?

    Sukses!

  • agustinus

    :smile: :smile: memang hari pendidikan nasional tahun ini bertepatan dengan anak smp menghadapi nasib sekolah selama tiga tahun yang di tentukan dalam waktu dua – tiga hari mulai 5 mei 2008. ya semoga kebijakan pemerintah dengan un ini tidak semakin membuat mutu pendidikan kita semakin turun apalagi moral bangsa kita yang juga semakin rusak ini.

  • @ agustinus:

    Betul Pak Agustinus, pendidikan seharusnya bukan jadi ajang ego kebijakan para pengambil keputusan.

  • Dhietha

    ad sjrhX hardiknas g..???Q da tugas nie..

  • @ Dhietha:

    Halo Dhieta..

    Penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional didasarkan kepada penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

    Tanggal 2 Mei adalah hari kelahiran beliau.

    Salam.

  • reda andika

    pendidikan nasional di indonesia adalah warisan kolonial!!!!……belanda menjajah kita selama 3,5 abad padahal di eropa belanda adalah bangsa yang tertinggal….mutu2 sekolah di indonesia tidaklah sama padahal UAN dilaksanakan secara nasional…….apakah ini ADIL?ya mungkin ini adil…tapi adil menurut pemerintah……mungkin kalangan berduitlah yang akan berhasil di lingkungan pendidikan kita,,…trus kalo mereka sdh sukses pasti mengeksploitasi rakyat yang masih dalam tahap balita renta…….

  • zulfa

    aslm………. sebetulnya apa aja sich sitem pendidikan yang di bawa kolonial belanda ke indonesia??? n sebelun ada sistem itu sistem pendidikan di indonesia tu kayak gimana? aq jg da tgaz ni,,,,,,,, tolong yaaa >_<

  • tulisan yang bagus ;-)

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>