Perilaku buruk saya yang seringkali tidak banyak berubah dari tahun ke tahun adalah menjadikan bulan suci Romadhon sekedar sebuah event tahunan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya pahala dan berharap pahala yang terkumpul bisa mengimbangi beban dosa-dosa sepanjang tahun.
Seluruh daya dan upaya ditujukan hanya demi memperoleh setumpuk pengakuan atas ibadah saya. Pengakuan bahwa saya sudah berusaha keras menambah jumlah dan waktu ibadah saya. Tanpa peduli apakah kemudian ibadah tersebut semakin mendekatkan diri saya dan mengukuhkan eksistensi Alloh SWT sebagai Tuhan yang Maha Terpuji Semestanya bagi saya.
Dan akhirnya saya pun hanya bisa bertafakur.
Berdiam diri.
Menyendiri walaupun di tengah keramaian demi memperoleh setitik ampunan, maghfiroh dari Alloh SWT yang sudah sedemikian banyak saya suap demi memuaskan ego kebodohan saya.
Ya, ego kebodohan yang menganggap bahwa Alloh SWT memerlukan semua suap yang saya kerjakan itu.
Popularity: 2% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Berperang Demi Tuhan atau Demi Kekuasaan?
- Masihkah Ada Alasan untuk TIDAK Berkurban?
- Thoharoh – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (1)
- Sudahkah Kita Nikmati Ibadah Kita?
- Selamat Tahun Baru 1429H (Heran, kok nggak ada sidang isbat yaa??)
- Dibuka Aib Kemana-Mana? Bersyukurlah..
- Bedanya Pemuda 80 Tahun yang Lalu
- Demokrasi Hanya Sekedar Buying Trance?
- Anda Kurang Usaha Demi Mencapai Kebebasan Finansial dan Pensiun di Usia Muda
- Alloh SWT Tidak Adil Kepada Iblis?
- Benarkah Tuhan Saya adalah Alloh SWT?
- Filantropi: “Kedok Kesalehan Kapitalisme”
- Apa Resolusi Saya di 2008?
- Sujud – Seri Kita Belajar Sholat Yuk (8)
- Iblis Memang Luar Biasa Dahsyat!

Wah baguuss dong mas ada usaha menyuap…
Lebih banyak manusia yg usaha saja tidak, boro2 menyuap… ^_^ (duh malah jd introspektif nih)
semoga ga cuma romadhon ya usaha nyuapnya…terus berlanjut sampe akhir….& menjadi lebih baik….
Sebaiknya kalau tobat tidak perlu lagi mengulangi perbuatannya.
Allah itu juga Tidak Suka Dibohongi , Bilangnya Tobat tapi terus saja maksiat.
Aztaghfirullah.