Posting saya sebelumnya yang tercatat di sini mendapatkan banyak tanggapan dari sahabat-sahabat mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi ternama di negeri ini.
Tanggapan-tanggapan tersebut melengkapi perspektif yang lebih komprehensif mengenai pemanfaatan serta implementasi IT di dalam organisasi.
Dilema antara outsourcing atau internal development yang dilakukan secara utuh atau sebagian memang mengundang banyak opini.
Riwayat masa lalu yang memberikan catatan buruk mengenai eksekusi pola kerjasama outsourcing sedikit banyak mempengaruhi banyak pihak untuk menolak skema implementasi IT tersebut.
Tapi kita juga harus melihat bahwa banyak catatan positif dari keberhasilan pola outsourcing implementasi IT di negeri ini.
Salah satunya adalah restoran cepat saji KFC.
KFC (Kentucky Fried Chicken) terbukti sukses menerapkan pola outsourcing implementasi IT di dalam organisasi mereka.
Hasil analisis saya, kunci utama kesuksesan mereka adalah dukungan penuh dari top management dan matangnya IT governance di internal perusahaan tersebut.
Dukungan penuh dan matangnya IT governance menempatkan unit IT mereka lebih fokus pada urusan ITBM (information technology business management) dan ITSM (information technology services management) dibandingkan urusan-urusan teknis seperti misalkan pembangunan, pengembangan dan perawatan.
Dengan dipimpin seorang Direktur IT maka sangatlah wajar jika IT governance di dalam organisasi tersebut memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk setiap kebijakan dan obyektif perusahaan.
Dengan demikian maka dapat dilihat bahwa selama kita mampu melakukan perencanaan, pengendalian dan pengelolaan yang baik dan benar atas seluruh sumber daya IT di dalam organisasi maka pola outsourcing bukanlah sesuatu yang menakutkan.
Banyak orang berasumsi bahwa pola outsourcing memerlukan biaya yang besar sehingga sulit diterapkan oleh organisasi yang masih kecil anggaran di bidang IT.
Namun harus diingat bahwa yang paling penting bukanlah besar atau kecilnya nilai dari belanja aktiva tersebut. Tetapi lebih kepada analisis kelayakan biaya serta keuntungan yang dapat diperoleh dari implementasi IT organisasi tersebut.
Memang masalah analisis kelayakan biaya ini relatif masih asing bagi sebagian besar organisasi. Tapi pada dasarnya yang harus dipegang adalah komitmen dari SLA (services level agreement) yang disepakati antara organisasi dengan pihak outsourcing provider.
Sehingga selain masalah finansial, aspek legalitas pun harus diperhatikan. Jaminan atas kualitas dukungan pihak eksternal terhadap organisasi adalah hal penting yang harus dikendalikan.
Janganlah segan untuk meminta jaminan pelaksanaan apakah dalam bentuk bank guarantee atau reasuransi kerugian dari perusahaan asuransi yang legal dan diijinkan beroperasi oleh pemerintah.
Sedangkan dari sisi teknis, buatlah SRS (software requirements specification) yang sedetil, sejelas dan selengkap mungkin sehingga tidak menyebabkan multi-tafsir di dalam pelaksanaan kontrak kerjasama dengan pihak eksternal.
Popularity: 4% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development”
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian I
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian IV
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian II
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian VI
- Outsourcing: Trend Bisnis Mutakhir?
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian V)
- Pemanfaatan CMM (Capability Maturity Model) Dalam Pengembangan Aplikasi Software
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian III
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian IV)
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian V
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian I)
- Tips Menghitung Anggaran Biaya Software Development/Engineering
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian III)
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian II)

sebenarnya bila dirujuk dari semuanya, saya yakin outsourcing akan bermanfaat bagi perusahaan tetapi memang harus disesuaikan dengan budaya perusahaan masing-masing agar terlihat lebih baik dalam implementasinya…
dari uaraian bapak diatas, dimana implementasi outsourching IT pada KFC, tentu akan berbeda dengan perusahaan manufaktur. dimana evaluasi tentang sumber daya harus dilaksanakan dengan semaksimal mungkin agar pengambilan keputusan tepat dan tidak timbul masalah baru karena outsourching itu sendiri, mohon diberitahu, bagaimana pendekatan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut??
Menurut saya sebuah perusahaan memang perlu melakukan outsourcing pada beberapa proses atau layanan IT karena kemampuan in-house perusahaan terkadang tidak bisa mengakomodir pencapaian terbaik dari sekecil apapun kegiatan bisnis yang dilakukan.
Menurut pendapat saya bahwa penggunaan outsourcing dalam pengembangan IT bagi perusahaan sangat tergantung skala dari perusahaan itu sendiri. Jika skala perusahaan besar yang memiiki skala multinasional maka penggunaan outsorcing sangat membantu dalam operasional bisnisnya. Tetapi yang menggunakan adalah perusahaan skala menengah mungkin akan terbatas pada dana yang dialkokasikan untuk pengembangan IT. Terlebih lagi untuk Usaha Kecil Menengah yang memiliki keterbatasan modal.
IT outsourcing itu kaya buah simalakama, gak dipake suatu perusahaan bisa dianggap ketinggalan jaman, klo dipake pun bila perusahaannya skala kecil dengan budget kecil dianggap besar pasak daripad tiang..
berhubung saya bekerja di suatu perusahaan non multinasional, saya ingin tau adakah UKM atau bisnis skla menengah yg menggunakan IT outsourcing sebagai penunjang sistem perusahaannya? dan apakah hal tersebut efisien dan efektif?
tq,
rai fertilini
sukses tidaknya penerapan sistem outsourcing tergantung dari kesiapan sdm yang dimiliki perusahaan dan pemilihan vendor outsource yang dilakukan oleh perusahaan. Penerapan Sistem outsourcing memerlukan dana yg besar , bagaimana hal ini bisa diterapkan di perusahaan kecil atau koperasi?
ada baiknya agar kerjasama outsorcing di kemudian hari tidak menimbulkan masalah, maka harus dibuat kesepakatan yang jelas dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak
Contoh yang bagus dalam penerepan outsourcing di bidang TI. Perusahaan jadi bisa lebih fokus pada core business nya.
it outsourcing, alternatif pilihan yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum memberikan suatu putusan melihat dampak positif negatifnya dan diperbandingkan dengan situasi dan kondisi internal perusahaan
Saya setuju dengan uraian Bapak di atas, bahwa dalam menerapkan outsourcing implementasi IT harus mempertimbangkan analisa kelayakan biaya, komitmen dari SLA, legalitas dan SRS. karena dengan mempertimbangkan seluruh komponen bisa meminimalisir kerugian akibat penerapan outsourcing dalam organisasi.
Menurut saya, outsourcing ataupun insourcing sama-sama memiliki kelebihan atau kekurangannya masing-masing. Jika tenaga pengelola sistem informasi dan IT di perusahaan mempunyai kemampuan yang cukup serta waktu yang memadai dalam men-develop SI dan IT, maka dapat dilakukan oleh perusahaan sendiri. Namun jika perusahaan ada keterbatasan dari sisi kapabilitas dan waktu serta ketersediaan tenaga maka Outsourcing bisa menjadi pilihan. Bisa juga dibuat kombinasi antara outsourcing maupun insourcing.
Penerapan IT secara outsourcing memang membuat perusahaan lebih fokus dalam mengelola bisnis intinya, namun perusahaan yang memilih untuk menggunakan outsourcing harus benar-benar mengetahui apa yang paling di butuhkannya agar sesuai dengan strategi dan rencana pengembangan perusahaan nantinya .
Penerapan IT secara outsourcing memang membuat perusahaan lebih fokus dalam mengelola bisnis intinya, namun perusahaan yang memilih untuk menggunakan outsourcing harus benar-benar mengetahui apa yang paling di butuhkannya agar sesuai dengan strategi dan rencana pengembangan perusahaan nantinya ..
tks infonya..
terimakasih atas infonya Pak,
artikel serta informasi manfaat penerapan outsourcing IT sangat
indikator yang harus diperhatikan adalah komitmen dari SLA (services level agreement) yang disepakati antara organisasi dengan pihak outsourcing provider.
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1152/comment-page-1#comment-1846 [...]
Yang paling banyak dipraktekan adalah outsourcing system informasi atau IT dengan meng-costumized software yang tersedia, sehingga didapatkan program yang efektif dengan biaya yang lebih efisien dan lebih cepat siap pakai.
Semakin banyaknya organisasi-organisasi yang mengimplementasikan IT (information technology) di lingkungan internalnya merupakan salah satu tolok-ukur meningkatnya kesadaran lembaga atas akselerasi, efisiensi maupun efektifitasnya. Pola umum yang digunakan oleh setiap organisasi tersebut dalam strateginya adalah melakukan alih-sumberdaya (outsourcing), mengelolanya secara mandiri dengan tim internal maupun kombinasi di antara kedua pola tersebut.
Terima kasih infonya, menurut saya perusahaan yang memiliki budget cukup dan pekerjaan yang harus dikerjakan kompleks, outsourcing dapat menjadi pilihan yang baik, karena perusahaan dapat memilih vendor yang memiliki kompetensi di bidang yang diinginkan oleh perusahaan. Hal yang harus diperhatikan adalah perusahaan harus berhati-hati dalam memilih vendor, karena vendor menampilkan yang bagus saat persentasi di awal, tetapi tidak bisa melaksanakannya.
artikel yang sangat menarik.. saya sangat setuju dengan pernyataan bapak mengenai salah satu kunci kesuksesan implementasi ousourcing IT di perusahaan adalah adanya dukungan dari managemen puncak (top management). Dari beberapa referensi yang saya baca, ada beberapa contoh kasus implementasi IT yang gagal karena tidak adanya dukungan dari top management.