Semakin banyaknya organisasi-organisasi yang mengimplementasikan IT (information technology) di lingkungan internalnya merupakan salah satu tolok-ukur meningkatnya kesadaran lembaga atas akselerasi, efisiensi maupun efektifitasnya.
Banyak strategi yang sudah ditempuh oleh organisasi-organisasi tersebut. Mulai dari yang sifatnya try and error hingga menerapkan framework menurut best-practices yang sudah disusun oleh berbagai kalangan menurut kebutuhannya masing-masing.
Pola umum yang digunakan oleh setiap organisasi tersebut dalam strateginya adalah melakukan alih-sumberdaya (outsourcing), mengelolanya secara mandiri dengan tim internal maupun kombinasi di antara kedua pola tersebut.
Nah, masalah mulai muncul saat organisasi menetapkan pola yang akan digunakan di dalam strategi mereka. Terutama jika kemudian sistem try and error lebih dominan karena minimnya pengalaman dan literasi implementasi IT di dalam organisasi.
Sepanjang pengalaman saya selama ini baik sebagai developer, konsultan, auditor dan pemegang kendali manajemen maka saat memutuskan apakah kita akan melakukan skema outsourcing atau internal development atau gabungan keduanya dapat melakukan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
- Dinamika Organisasi
- Manajemen Perubahan Organisasi
- Ketersediaan Sumber Daya
- Keterkaitan dengan Pihak-Pihak Eksternal
- Dinamika dan Perubahan di Bidang Teknologi
Setiap organisasi selalu memiliki dinamika. Dinamika tersebut merupakan sebuah kelaziman bahkan keharusan bagi organisasi tersebut.
Dengan demikian strategi organisasi pun harus mampu beradaptasi dengan dinamika tersebut agar selalu mampu memenangi kompetisi atau minimalnya bertahan.
Salah satu strategi paling umum dalam beradaptasi dengan dinamika tersebut adalah membuat sistem yang mampu dieksekusi secara efisien, efektif dan tidak bergantung kepada pihak manapun.
Dengan demikian, silahkan Anda kalkulasikan berapa biaya yang harus dikeluarkan baik secara finansial maupun nonfinansial yang terkait dengan efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan tersebut.
Hanya yang pasti, semakin organisasi Anda tidak bergantung kepada individu ataupun pihak-pihak tertentu maka dapat kematangan sistem yang beroperasi di dalamnya semakin teruji.
Perubahan adalah sebuah keniscayaan.
Pilihan setiap individu maupun organisasi untuk tetap menjadi pemenang atau minimalnya bertahan di dalam hidup ini adalah mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada.
Tentu saja perubahan tersebut harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya supaya memberikan keuntungan kepada kita.
Upaya pemanfaatan tersebut harus dikelola dengan sebuah sistem manajemen perubahan supaya setiap individu di dalam organisasi mampu beradaptasi secara proporsional dengan gesekan seminimal mungkin.
Sebagai salah satu pilar strategis organisasi yaitu pemanfaatan IT menuntut hal yang sama.
Pemanfaatan IT harus dikelola dalam sebuah sistem manajemen perubahan tersebut.
Hal ini tentu saja kembali lagi pada kalkulasi yang kita lakukan.
Kalkulasi yang terkait dengan efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan atas sumber daya individual maupun eksternal.
Setiap strategi selalu bergantung dari daya dukung sumber daya yang dimilikinya.
Strategi terbaik adalah perencanaan yang disusun dengan berbasiskan sumber daya empiris yang dimiliki dan kemampuan untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Kemampuan untuk bersikap realistis terhadap ketersediaan sumber daya merupakan hal penting dalam implementasi IT di dalam organisasi Anda.
Jika memang menurut kalkulasi Anda sumber daya yang tersedia tidak dapat mendukung strategi obyektif organisasi maka pilihannya adalah melakukan alih-sumberdaya (outsourcing) atau mengubah strategi tersebut menjadi mengikuti kemampuan daya dukung sumber daya yang tersedia.
Seluruh organisasi selalu memiliki hubungan dan keterkaitan dengan pihak-pihak di luar organisasi tersebut dengan berbagai tujuan serta kebutuhan.
Pihak-pihak eksternal tersebut memiliki kontribusi dalam membesarkan atau mungkin menghancurkan organisasi Anda.
Tata-kelola IT di dalam organisasi Anda memiliki dampak terhadap pihak-pihak eksternal tersebut.
Salah satu contoh kasus adalah pemanfaatan e-SCM (electronic supply chain management).
Jika organisasi Anda adalah supplier bagi perusahaan X yang mewajibkan seluruh vendor-nya melakukan transaksi melalui sistem informasi e-SCM yang mereka sediakan maka organisasi Anda hanya memiliki pilihan untuk terintegrasi di dalamnya atau keluar sebagai supplier.
Dari sisi ini maka jika Anda tetap ingin menjadi supplier, infrastruktur IT organisasi Anda harus mampu mengakomodir hal tersebut.
Nah, saat melakukan eksekusi Anda harus melakukan kalkulasi mengenai efisiensi, efektifitas dan ketidaktergantungan atas implementasinya.
Saat ini teknologi berubah sangat cepat pemutakhirannya.
Namun kita jangan terjebak dengan dinamika dan perubahan teknologi tersebut.
Hal terpenting yang harus diingat adalah kenyataan bahwa teknologi hanya sekedar alat.
Secanggih apapun alat yang Anda gunakan, tidak akan memberikan manfaat apapun jika tidak digunakan secara tepat-guna dan berdaya-guna.
Namun kita juga tetap harus fokus pada tujuan terpenting organisasi mengenai efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan terhadap pihak lain.
Selama produk termutakhir dari dinamika dan perubahan tersebut mampu meningkatkan hal-hal tersebut di atas maka jangan segan-segan untuk memanfaatkannya.
Tapi tentu saja Anda harus melakukan kalkulasi yang cermat dan menyeluruh sebelumnya.
Jika melihat catatan-catatan di atas, tercantum mengenai penekanan masalah efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan terhadap pihak eksternal.
Mungkin bagi sebagian organisasi, aktivitas kalkulasi tersebut masih membingungkan dan minim literasi atau bahkan best-practises yang memadai.
Maka jangan segan-segan untuk menghubungi konsultan yang kompeten dan memiliki kapabalitas yang memadai di bidang tersebut untuk membantu Anda.
Popularity: 5% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development” Bagian 2
- Ditindas atau Bangkit Melawan!!
- Outsourcing: Trend Bisnis Mutakhir?
- Pemanfaatan CMM (Capability Maturity Model) Dalam Pengembangan Aplikasi Software
- Perbedaan CIO dan CTO
- 5 Elemen Kunci Internal Control
- Ditindas atau Bangkit Melawan (Jilid 2)
- Perbandingan Fokus Internal Control antara CoBIT, eSAC dan COSO
- Tips Menghitung Anggaran Biaya Software Development/Engineering
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian IV
- Fluoride, Menyehatkan atau Meracuni?
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian VI
- Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
- Posisi Penting Seorang CIO
- Dilema dan Fenomena Snouck Hurgonje

meskipun banyak yang menyatakan outsourcing lebih efisien, efektif dan low cost, ternyata masih menjadi dilema untuk memilih outsourcing atau insourcing bagi organisasi.
outsourcing kadang sangat berguna bag perusahaan yg ingin mneghemat waktu dalam melakukan suatu pekerjaan. daripada mencari tenaga kerja, membangun sistem dari awal,,ribet, lama, dan melelahkan,,outsourcing solusinya,,
setelah membaca artikel anda diatas, penerapan sistem outsourcing pada suatu perusahaan harus melihat kemampuan dana perusahaan, karena sistem ini memerlukan biaya yang tinggi. Bagaimana halnya dengan perusahaan kecil atau koperasi?
bagaimana dengan culture perusahaan?apakah juga menjadi pertimbangan dalam melakukan outsourcing?thanks
ketersediaan sumber daya, mungkin salah satu pertimbangan utama perusahaan untuk melakukan outsourcing.
Perusahaan perlu mempertimbangkan alasan menggunakan outsource apakah dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan.
terima kasih atas materinya. ^_^v
Saya sangat setuju mas Budi, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan hal-hal tersebut sebelum memilih dalam pengembangan IT di perusahaannya
terimakasih atas infonya.. merupakan masukan yang sangat baik bagi perusahaan agar melakukan outsoucing IT, jika hal tersebut bukanlah kompetensi inti perusahaan yang bersangkutan.
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1141 [...]
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1141 [...]
artikel ini cukup memberikan masukan mengenai dilema pilihan penerapan IT melalui internal development atau outsourcing dengan sumberdaya yang dimiliki organisasi
terimakasih atas informasinya…cukup baik untuk masukan dalam melakukanoutsourcing
Topik mengenai outsourcing sistem informasi ini sudah banyak dibicarakan oleh banyak kalangan di masyarakat, namun saya merasa bahwa masih banyak pro dan kontra terkait masalah ini. Beberapa perusahaan cenderung untuk melakukan outsourcing sistem informasi namun disatu sisi cukup banyak resiko yang ditimbulkan dari penerapan hal tersebut sehingga perlu diberikan solusi yang tepat tergantung pada kemungkinan terjadinya resiko timbul.
Menurut saya butuh pertimbangan yang sangat matang di dalam menggunakan tenaga outsource terutama dalam bidang IT. Jangan karena faktor mengejar efisiensi dan efektivitas, yang ada malah menambah biaya jika menggunakan outsource yang tidak profesional.
sumber daya merupakan pertimbangan utama perusahaan dalam memutuskan outsourcing
Apakah budaya organisasi tidak perlu untuk dipertimbangkan juga?
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-1#comment-1754 [...]
kebutuhan akan data, output informasi, menjadi suatu yang peting dalam organisasi untuk menyusun manajemen sistem informasinya
identifikasi kebutuhan database dan output informasi, menjadi suatu hal yang sngat penting dalam menyusun sistem informasi dalam organisasi. Jika manajemen IT dilakukan secara outsourcing, maka sistem yang dibuat harus dapat mengidentifikasi keseluruhan data tersebut
Yaahh,,tentunya smua tergantung kbutuhan,,tak hanya melihat dari sisi perusahaan, juga melihat dari sisi pegawai dan selutuh warga perusahaan agar tidak ada kecemburuan sosial antara perusahaan dan pegawai. .
Himalkom IPB
saya setuju dengan pendapat bapak….tapi menurut saya outsourcing IT lebih menguntungkan apabila budget memadai, karena akan lebih fokus penanganannya
IT outsourcing, alternatif utama bagi perusahaan sehubungan keterbatasan waktu dan sumber daya
info yang cukup lengkap…
saya setuju dengan pendapat bapak,,,outsourcing memang membuat perusahaan menjadi lebih efisien…
thanks… ^^
Pak Setiabudi, saya pernah mendapat cerita sebuah bank yang ingin mengembangkan HRIS, namun ternyata terkendala pada kemampuan vendor IT yang dipilih untuk mengembangkan sistem secara cepat. Perusahaan user sendiri tidak memiliki kompetensi untuk memperbaiki atau melanjutkan. akibatnya penyelesaian HRIS tersebut menjadi terkatung-katung. Entah bagaimana kelanjutannya sekarang. Ini termasuk dilema outsource, di Indonesia terutama mungkin ya… Terimakasih.
Memang ada plus minusnya outsource atau internal development IT system….tinggal perusahaan mau menanggung resiko atau biaya yang mana. terimakasih pak..
Yang paling banyak dipraktekan adalah outsourcing system informasi atau IT dengan meng-costumized software yang tersedia, sehingga didapatkan program yang efektif dengan biaya yang lebih efisien dan lebih cepat siap pakai. Artikel ini memberikan informasi yang cukup bermakna. Terima kasih.
saya sependapat dengan saudara,dalam membuat keputusan apakah perusahaan akan menggunakan outsourcing dan insourcing tentunya tergantung dari kondisi perusahaan dilihat dari keuntungan dan kerugian yang diterima bila perusahaan memilih salah satu dari dua pendekatan tersebut. Kedua pendekatan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sebenarnya tidak bisa dikatakan mana yang lebih baik dan mana yang buruk, tapi kebijakan memilih pendekatan itu tergantung pada situasi perusahaan. Ada pula perusahaan yang tidak hanya menggunakan satu pendekatan, namun dua pendekatan sekaligus digunakan.
Outsourcing adalah pilihan yang terbaik, selain dari sisi pengalaman dari vendor dan cost efficiency. Dan yang jelas service yang juga baik, Internal development kadang terasa lambat dan kesan ada pahlawan dalam kantor. Terimakasih atas sharingnya. Salam
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-1#comment-1767 [...]
Saya setuju dengan sistem outsourcing, terutama untuk area yang bukan merupakan core competensi kita
Keputusan menggunakan IT outsourcing tidak terlepas dari kebutuhan perusahaan yang hanya fokus saja kepada pembuatan sistem IT, tetapi lebih kepada perusahaan ingin fokus juga kepada tujuan atau misi perusahaan. Dari sinilah maka timbul adanya pemikiran menggunakan IT outsourcing.
Salam
Microsoft adalah salah satu perusahaan yang menggunakan outsourcinguntuk memungkinkan teknologi informasinya bisa meningkatkan kapabilitas supply chain mereka (Bardhan et al., 2006). Melalui outsourcing Microsoft mampu menghasilkan 360 game video dan sistem hiburan di akhir tahun 2005 dengan mempercayakan pada jaringan kontraktor dan supplier untuk menyampaikan komponen-komponen dan layanan-layanan utama yang penting bagi produk mereka. So, kenapa masih dilema? outsoucing aja lagi..
outsourcing merupakan salah alternatif saja, apabila dirasa kurang cocok masih ada pilihan lainnya, insourcing, self-sourcing..bisa saja..
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1141 [...]
IT outsourcing merupakan jalan yang terbaik untuk solusi permasalahan IT di zaman era teknologi yang setiap saat selalu berubah dan suatu perusahaan hendaknya juga melibatkan internal resourcing untk memonitor jalannya IT outsourcing agar selalu “work on the right track”
[...] Outsourcing adalah pilihan yang terbaik, selain dari sisi pengalaman dari vendor dan cost efficiency. Dan yang jelas service yang juga baik, Internal development kadang terasa lambat dan kesan ada pahlawan dalam kantor. Terimakasih atas sharingnya. Salam. http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-1 [...]
Terima kasih atas artikelnya. Mhn ijin untuk menjadikannya sebagai sumber bacaan pengerjaan tugas saya. Terima kasih.
Outsorcing atau Inhouse . . . memang perlu dikaji dan dilihat dari banyak aspek, kalo sampai salah perhitungan . . . dampaknya luar biasa.
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-1 [...]
Outsourcing memang sangat berguna bagi perusahaan untuk lebih efisien. Selama perusahaan memang mempunyai kompetensi yang kuat, masalah efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan terhadap pihak eksternal tidak menjadi masalah bagi perusahaan untuk melakukan outsourcing.
Terimakasih atas informasinya, bisa saya jadikan bahan referensi untuk tugas paper sya. Terimakasih.”
[...] Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development” http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-1 [...]
Sebaiknya jangan menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut 100% kepada pihak ke-3, paling tidak ada sebagian orang dipihak perusahaan yang bisa, tahu dan mengerti tentang urusan yang berkaitan dengan IT. Ini bertujuan agar, ada usaha sendiri dululah dari pihak perusahaan dalam memecahkan atau mencari solusi atas permasalahan yang mungkin atau sedang terjadi. Kalaupun terpaksa menggantungkan kepada pihak ke-3, carilah yang benar-benar “trust” dan”kompeten”.
Terima kasih atas informasinya yang sangat berguna. Apakah outsourcing IT ini sama dengan outsourcing dalam hal SDM perusahaan. Dan apakah ada peraturan atau hukum dan UU yang mengatur Outsourcing IT di Indonesia. mohon diberi penjelasan. terima kasih.
[...] Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development” http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-1 [...]
Hal pokok yang perlu diperhatikan adalah kia perlu menekan pihak vendor agar pelaksanaan outsorcing dapat dikendalikan
Outsourcing selalu penuh dilema, di perusahaan saya 2x menggunakan vendor yang sama dalam sistem informasi.
Vendor memang memahami siklus bisnis perusahaan. Namun yang sering tidak cocok ialah model dari sistem yang dibuat, karena biasanya vendor lebih suka develop sistem yang “generik” sehingga bisa dipakai untuk perusahaan lain yang sejenis. Hal ini kadang menyulitkan apabila perusahaan kita menginginkan sistem yang sangat customized untuk perusahaan kita
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-2#comment-1865 [...]
[...] http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-2#comment-1865 [...]
Pak Budi, apa pendapat bapak kalau pelaksanaan out sources tersebut sebetulnya adalah sub holding dari perusahaan induk sendiri.
trimkasih.