Arsip Postingan

Blog yang Setiap Hari Saya Kunjungi

Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development”

Semakin banyaknya organisasi-organisasi yang mengimplementasikan IT (information technology) di lingkungan internalnya merupakan salah satu tolok-ukur meningkatnya kesadaran lembaga atas akselerasi, efisiensi maupun efektifitasnya.

Banyak strategi yang sudah ditempuh oleh organisasi-organisasi tersebut. Mulai dari yang sifatnya try and error hingga menerapkan framework menurut best-practices yang sudah disusun oleh berbagai kalangan menurut kebutuhannya masing-masing.

Pola umum yang digunakan oleh setiap organisasi tersebut dalam strateginya adalah melakukan alih-sumberdaya (outsourcing), mengelolanya secara mandiri dengan tim internal maupun kombinasi di antara kedua pola tersebut.

Nah, masalah mulai muncul saat organisasi menetapkan pola yang akan digunakan di dalam strategi mereka. Terutama jika kemudian sistem try and error lebih dominan karena minimnya pengalaman dan literasi implementasi IT di dalam organisasi.

Sepanjang pengalaman saya selama ini baik sebagai developer, konsultan, auditor dan pemegang kendali manajemen maka saat memutuskan apakah kita akan melakukan skema outsourcing atau internal development atau gabungan keduanya dapat melakukan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

  1. Dinamika Organisasi
  2. Setiap organisasi selalu memiliki dinamika. Dinamika tersebut merupakan sebuah kelaziman bahkan keharusan bagi organisasi tersebut.
    Dengan demikian strategi organisasi pun harus mampu beradaptasi dengan dinamika tersebut agar selalu mampu memenangi kompetisi atau minimalnya bertahan.
    Salah satu strategi paling umum dalam beradaptasi dengan dinamika tersebut adalah membuat sistem yang mampu dieksekusi secara efisien, efektif dan tidak bergantung kepada pihak manapun.
    Dengan demikian, silahkan Anda kalkulasikan berapa biaya yang harus dikeluarkan baik secara finansial maupun nonfinansial yang terkait dengan efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan tersebut.
    Hanya yang pasti, semakin organisasi Anda tidak bergantung kepada individu ataupun pihak-pihak tertentu maka dapat kematangan sistem yang beroperasi di dalamnya semakin teruji.

  3. Manajemen Perubahan Organisasi
  4. Perubahan adalah sebuah keniscayaan.
    Pilihan setiap individu maupun organisasi untuk tetap menjadi pemenang atau minimalnya bertahan di dalam hidup ini adalah mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada.
    Tentu saja perubahan tersebut harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya supaya memberikan keuntungan kepada kita.
    Upaya pemanfaatan tersebut harus dikelola dengan sebuah sistem manajemen perubahan supaya setiap individu di dalam organisasi mampu beradaptasi secara proporsional dengan gesekan seminimal mungkin.
    Sebagai salah satu pilar strategis organisasi yaitu pemanfaatan IT menuntut hal yang sama.
    Pemanfaatan IT harus dikelola dalam sebuah sistem manajemen perubahan tersebut.
    Hal ini tentu saja kembali lagi pada kalkulasi yang kita lakukan.
    Kalkulasi yang terkait dengan efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan atas sumber daya individual maupun eksternal.

  5. Ketersediaan Sumber Daya
  6. Setiap strategi selalu bergantung dari daya dukung sumber daya yang dimilikinya.
    Strategi terbaik adalah perencanaan yang disusun dengan berbasiskan sumber daya empiris yang dimiliki dan kemampuan untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin.
    Kemampuan untuk bersikap realistis terhadap ketersediaan sumber daya merupakan hal penting dalam implementasi IT di dalam organisasi Anda.
    Jika memang menurut kalkulasi Anda sumber daya yang tersedia tidak dapat mendukung strategi obyektif organisasi maka pilihannya adalah melakukan alih-sumberdaya (outsourcing) atau mengubah strategi tersebut menjadi mengikuti kemampuan daya dukung sumber daya yang tersedia.

  7. Keterkaitan dengan Pihak-Pihak Eksternal
  8. Seluruh organisasi selalu memiliki hubungan dan keterkaitan dengan pihak-pihak di luar organisasi tersebut dengan berbagai tujuan serta kebutuhan.
    Pihak-pihak eksternal tersebut memiliki kontribusi dalam membesarkan atau mungkin menghancurkan organisasi Anda.
    Tata-kelola IT di dalam organisasi Anda memiliki dampak terhadap pihak-pihak eksternal tersebut.
    Salah satu contoh kasus adalah pemanfaatan e-SCM (electronic supply chain management).
    Jika organisasi Anda adalah supplier bagi perusahaan X yang mewajibkan seluruh vendor-nya melakukan transaksi melalui sistem informasi e-SCM yang mereka sediakan maka organisasi Anda hanya memiliki pilihan untuk terintegrasi di dalamnya atau keluar sebagai supplier.
    Dari sisi ini maka jika Anda tetap ingin menjadi supplier, infrastruktur IT organisasi Anda harus mampu mengakomodir hal tersebut.
    Nah, saat melakukan eksekusi Anda harus melakukan kalkulasi mengenai efisiensi, efektifitas dan ketidaktergantungan atas implementasinya.

  9. Dinamika dan Perubahan di Bidang Teknologi
  10. Saat ini teknologi berubah sangat cepat pemutakhirannya.
    Namun kita jangan terjebak dengan dinamika dan perubahan teknologi tersebut.
    Hal terpenting yang harus diingat adalah kenyataan bahwa teknologi hanya sekedar alat.
    Secanggih apapun alat yang Anda gunakan, tidak akan memberikan manfaat apapun jika tidak digunakan secara tepat-guna dan berdaya-guna.
    Namun kita juga tetap harus fokus pada tujuan terpenting organisasi mengenai efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan terhadap pihak lain.
    Selama produk termutakhir dari dinamika dan perubahan tersebut mampu meningkatkan hal-hal tersebut di atas maka jangan segan-segan untuk memanfaatkannya.
    Tapi tentu saja Anda harus melakukan kalkulasi yang cermat dan menyeluruh sebelumnya.

Jika melihat catatan-catatan di atas, tercantum mengenai penekanan masalah efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan terhadap pihak eksternal.
Mungkin bagi sebagian organisasi, aktivitas kalkulasi tersebut masih membingungkan dan minim literasi atau bahkan best-practises yang memadai.
Maka jangan segan-segan untuk menghubungi konsultan yang kompeten dan memiliki kapabalitas yang memadai di bidang tersebut untuk membantu Anda.

Popularity: 5% [?]

Bookmark this on Hatena Bookmark
Hatena Bookmark - Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development”
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Livedoor Clip
Share on FriendFeed

Topik yang mungkin Terkait:

  1. Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development” Bagian 2
  2. Ditindas atau Bangkit Melawan!!
  3. Outsourcing: Trend Bisnis Mutakhir?
  4. Pemanfaatan CMM (Capability Maturity Model) Dalam Pengembangan Aplikasi Software
  5. Perbedaan CIO dan CTO
  6. 5 Elemen Kunci Internal Control
  7. Ditindas atau Bangkit Melawan (Jilid 2)
  8. Perbandingan Fokus Internal Control antara CoBIT, eSAC dan COSO
  9. Tips Menghitung Anggaran Biaya Software Development/Engineering
  10. Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian IV
  11. Fluoride, Menyehatkan atau Meracuni?
  12. Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian VI
  13. Review Buku “Latih Ulang Otak Bisnis Anda”
  14. Posisi Penting Seorang CIO
  15. Dilema dan Fenomena Snouck Hurgonje

112 comments to Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development”

  • Ikutan komentar untuk tugas kuliah SIM ya.

    Saya setuju dengan uraian di atas. Bagaimanapun tingginya tingkat kebutuhan suatu organisasi terhadap teknologi informasi, pada akhirnya organisasi tersebut harus membuat kalkulasi terhadap efisiensi dan efektifitas dari penggunaan suatu teknologi informasi. Dan yang tidak kalah penting yaitu ketidaktergantungan terhadap pihak eksternal sebagai vendor dari teknologi informasi.

  • saya sependapat dengan bapak.. selain faktor-faktor tersebut, faktor seperti mengkomunikasikan kebutuhan sistem kepada vendor,pemilihan vendor serta internalisasi sistem ke perusahaan juga menjadi perhatian banyak perusahaan. kebutuhan yang salah, tidak tepat dan salah komunikasi antara pihak perusahaan dan vendor dapat menyebabkan sistem yang digunakan tidak berjalan dengan baik. begitu juga dengan proses internalisasi sistem ke perusahaan. dibutuhkan motivasi serta kemauan daripada user(karyawan)untuk mengaplikasikannya. :cool:

  • saya sependapat dengan bapak,, dalam rencana penggunaan sistem informasi, sebaiknya semua perusahaan mempertimbangkan faktor tersbut. selain itu faktor seperti pemilihan vendor,identifikasi serta komunikasi kebutuhan sistem dan proses internalisasi juga penting diperhatikan :cool:

  • oke, artikel ini sangat berarti untuk tugas akhir matakuliah saya yaitu manajemen sistem informasi. pada intinya, saya sependapat bahwa oursourching saat ini sangat dibutuhkan, karena tergantung kebutuhan perusahaan tersebut jika ingin memerlukan pihak ke tiga dalam pengembangan sistem informasi dan dapat menjadi mitra kerja yang baik.
    terima kasih.

  • Blog yang sangat lengkap Great job.
    memang penggunaan IT outsource menjadi topik yang banyak dibicarakan oleh perusahaan akhir-akhir ini. karena kebutuhan sistem informasi yang semakin meningkat oleh perusahaan dan biaya pembangunan IT yang tinggi membuat perusahaan partner IT outsource semakin menjamur. Perlu dilakukan pengamanan data dan informasi yang akan di outsource kan kepada partner IT outsource.

  • setelah membaca tentang uraian diatas saya setuju dengan pendapat anda mengenai hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum perusahaan melakukan outsourcing IT sehingga perusahaan tahu betul keuntungan dan kerugian yang akan dialami oeh perusahaan.
    Terima Kasih atas infonya. :smile:

  • Saya setuju bahwa dalam memutuskan outsourcing, kita harus mempertimbangkan untung/ruginya. Kebutuhan internal harusnya dapat tercapai dengan baik walau di-outsourcce..

  • Walau outsource..harusnya kebutuhan internal organisasi harus dapat terpenuhi secara optimal.

  • terimakasih atas informasinya pak….namun yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah : bagaimana jika perusahaan kecil dengan dana yang terbatas ingin melakukan outsourcing dalam pemanfaatan IT? bagaimanakah hubungan kemitraan yang tepat untuk diterapkan?
    terima kasih….

  • Selamat siang..Saya ingin mengetahui lebih jelas mengenai pendapat Anda yang menyatakan “membuat sistem yang mampu dieksekusi secara efisien, efektif dan tidak bergantung kepada pihak manapun”, contohnya seperti apa ya..trims..

  • Salah satu dari 8 (delapan) temuan lainnya berkaitan dengan ITGI, dinyatakan bahwa IT Outsourcing bukan merupakan solusi. Saya sangat setuju dengan temuan ini. Minimal, co-sourcing lah agar ada penyesuain IT yang dikembangkan dengan SOP dan kebutuhan ril perusahaan yang bersangkutan. Disamping itu..menurut hemat saya, transparansi dalam proses co-sourcing harus diperhatikan dan harus ada knowledge transfer dari vendor kepada end user dalam hal aplikasi dan maintenance-nya ke depan. Namun demikian, terima kasih untuk artikel Saudara yang bagus ini..

  • saya ingin bertanya, bagaimana atau apa yang harus kita lakukan ketika pihak – pihak eksternal tersebut malah merugikan organisasi kita? terima kasih.

  • Sepakat.
    Yang diharus digaris bawahi adalah keefisienan dan keefektifan dalam organisasi.
    Ketika outsourcing bisa ke arah sana, maka direkomendasikan sekali untuk memakai outsourcing.
    tapi sebaliknya, ketika outsourcing malah membuat tidak efisien dan efektif. maka tidak usah memakai jasa outsourcing.
    namun, bagaimana kalau hanya salah satu saja, maka kita akan pilih yang efektif.
    terima kasih

  • Dinamika atau masalah IT dalam perusahaan yang memang belum dapat ditangani dengan baik, sebaiknya dikonsultasikan kepada konsultan yang kompeten agar pemilihan IT outsourcing menjadi efektif dan efisien, sehingga dapat membantu manajemen strategi perusahaan..

  • setelah membaca tentang uraian diatas saya setuju dengan pendapat anda mengenai hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum perusahaan melakukan outsourcing IT sehingga perusahaan tahu betul keuntungan dan kerugian yang akan dialami oeh perusahaan.
    Terima Kasih atas infonya.

  • Dari uraian di atas dan tanggapan dari para blogger, maka pengamanan data perusahaan adalah hal yang juga harus mendapat perhatian agar perusahaan pengguna tidak dirugikan selain hal-hal pokok lainnya seperti efisiensi dan efektifitas dari IT outsourcing. saya setuju dengan saudara trudo bahwa tidak selamanya outsourcing memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan, tetapi harus dipertimbangkan juga mana yang dapat memberikan biaya yang murah penggunaannya maupun dari segi kinerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Pertimbangan In sourcing dan co-sourcing serta self sourcing juga perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan outsourcing karena tergantung dari karakter perusahaan itu sendiri. Namun, dari hasil beberapa wacana yang ada, kebanyakan perusahaan lebih diuntungkan dengan menggunakan outsourcing.

  • @ all:

    Tanggapan dari saya ditulis di posting berikut.

    http://www.setiabudi.name/archives/1152

    Terima kasih.

  • Dikesimpulan akhir bapak mengemukakan bahwa terdapat penekanan masalah efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan terhadap pihak eksternal. Yang saya tanyakan adalah pada saat perusahaan tersebut mulai melakukan outsource maka kemudian perusahaan tersebut telah bergantung dengan perusahaan outsourcenya, bagaimana melepaskan ketergantungan tersebut.

  • suatu korporasi atau organisasi dalam menghadapi perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi memang harus memperhatikan perkembangan sistem informasi yang digunakan.pemilihan alternatif yang tepat dalam penerapannya akan menjadikan organisasi dapat berjalan dengan baik dan memberi keuntungan bagi mereka. untuk itu, saya setuju dengan pertimbangan-pertimbangan yang diuraikan di atas bahwa ketika organisasi akan memilih untuk melakukan outsourcing atau melakukan internal development maka pertimbangan tersebut bisa menjadi rujukan bagi suatu organisasi agar tidak menimbulkan permasalahan bagi organisasi tersebut ke depannya…

  • Ikutan komen ah.. :mrgreen:
    saya setuju dengan uraian bapak..
    Saat ini outsourcing dalam pengembangan maupun penerapan sistem informasi, banyak diterapkan oleh banyak organisasi atau perusahaan. Outsourcing banyak dipilih oleh perusahaan dengan alasan efisiensi dan efektivitas. Namun, dalam penerapannya, perusahaan atau organisasi harus memilih vendor yang tepat dan terpercaya dalam meng-outsource kan data dan informasi perusahaan.

  • Setiap strategi selalu bergantung dari daya dukung sumber daya yang dimilikinya.
    kasih komentar sedikit ya… Setuju, sebaiknya perencanaan dari awal untuk menentukan berapa besar ketersediaan sumber daya yang dimiliki itu sangat penting. Sehingga dalam penerapan komponen IT nya bisa teridentifikasi mana yang harus dioutsource dan yang tidak. Tk.

  • IT outsourcing memang menjadi trend saat ini agar perusahaan lebih kompetitif, namun demikian bagi perusahaan menengah, berhubungan dengan konsultan yang kompeten atau terbaik tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit..kiat apa saja yang diperlukan untuk mengatasi hal ini pa?

  • Ya, saya setuju dengan pendapat bahwa keputusan Outsourcing SI atau insourcing tergantung pada perubahan teknologi dan ketersediaan sumber daya perusahaan sendiri. karena, bila memang sumber daya dana tersedia, namun bila dirasakan outsourcing bukan menghemat biaya, ya tidak perlu dilakukan outsourcing SI.

  • selamat siang??berapa lama waktu yang dilakukan untuk mengevaluasi dan memutuskan akan dilakukannya outsourching or insourching??dan sejauh mana dilakukannya evaluasi tersebut??

  • apabila kita akan melakukan outsourcing untuk teknologi informasi, hal apakah yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam memilih perusahaan outsourcing teknologi informasinya?

  • Setiap perusahaan mempunyai visi misi dan budaya organisasi yang berbeda. Sehingga dalam pengembangan IT juga punya kebijakan berbeda. Apakah akan menggunakan outsource atau insource dibidang IT tergantung perusahaan itu sendiri. Karena kebijakan yang diambil satu perusahaan belum tentu cocok untuk yang lain.

  • deny

    uraian yang sangat bagus..
    tp kategori perusahaan yang bagaimana yg sebaiknya menerapkan outsourcing, yang harus bermodal besarkah atau yang bagaimana?

  • pertimbangan perusahaan untuk melakukan outsourching, insourching atau bahkan cosourching harus bisa dinilai masing-masing manfaatnya. agar maanfaat dari pilihan tersebut dapat dinikmati dengan optimal.bilamana sudah tidak memberi manfaat yang optimal, sebaiknya perusahaan meninjau ulang dari keputusan tersebut. :|

  • Aji

    i really enjoy reading your site. its really informing, and im looking forward to read another post. thank you

  • penggunaan outsourcing atau strategi yang laennya memang membutuhkan pertimbangan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,,terimakasih atas infonya

  • sepertinya sudah banyak yang bertanya diatas, teruskan.. :cool:

  • siang…….
    wah ternyata banyak yang dapat tugas ini ya. makasih ya atas materinya
    pemakaian IT outsourcing ini memang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari perusahaan tersebut

  • memang perlu banyak evaluasi dalam outsourcing khususnya dalam IT. apakah kebutuhan tersebut diperlukan oleh suatu perusahaan.

  • kebutuhan IT Outsourcing, sudah menjadi kebutuhan perusahaan saat ini.

  • saya izin post komentar untuk tugas SIM

    terima kasih atas informasi dari blog anda, sudah banyak yang bertanya di atas dan cukup mewakili,

    terima kasih jg atas respon dari pertanyaan2 nya.

  • Ari

    Informasi yang bermanfaat… saya sependapat dengan Anda.saya tunggu informasi perkembangan terbaru tentang fenomona outsourcing ini.. sukses

  • nn.ikasusanti

    Ikutan komentar untuk tugas SIM saya ya….
    Untuk instansi pemerintah outsourcing dapat dijadikan alternatif keterbatasan sumber daya yang tersedia dalam membangun suatu e-government. Outsourcing dapat mengubah pola hubungan pihak swasta yang tadinya sebagai rekanan menjadi pengelola/operator. Untuk itu tetap perlu pembatasan, aturan serta pola hubungan yang jelas. Dan yang paling penting tentu saja transfer ilmu dan teknologi sehingga dalam jangka panjang sistem informasi dapat secara efektif dan efisien dikelola tanpa bantuan pihak luar.
    Regards

  • wah saya setuju tuh bagian yang sumber daya manusia nya karena kebanyakan perusahaan lebih banyak memaksa daripada melihat resourcesnya

  • apakah bisa diterapkan untuk UKM? karena setau saya outsourching membutuhkan biaya mahal dan keperluan hardware dan software pendukung jg membutuhkan cukup modal..

  • artikel ini cukup menarik, pembahasan mengenai perlu tidaknya outsourcing untuk sistem informasi telah menjadi isue yang penting

  • wah menarik juga topiknya, saya setuju dengan tulisan di blog ini. sebelum kita memilih untuk melakukan outsourcing atau tidak, kita harus memikirkan kebutuhan dan kemampuan dari perusahaan.
    thanks ya infonya

  • Setelah membaca artikel diatas, bagaimana pilihan yang harus diambil oleh perusahaan yang minim dana pengembangan IT-nya?dan apa yang harus dilakukan perusahaan agar pengembangan IT melalui outsource berhasil sesuai harapan?

  • Dalam memilih outsourcing IT, kita harus melihat kebutuhan apakah lebih cocok mengembangkan sistem informasi (IT) sendiri atau lebih cocok outsourcing IT dari pihak vendor. Jika bisnis proses kita relatif standar, maka lebih cocok menggunakan IT outsourcing; tetapi jika proses bisnis kita spesifik, saya pikir lebih cocok kalo membangun sistem informasi sendiri.

  • nn.ikasusanti

    oleh karena itu pengembangan sistem informasi memerlukan pengkajian yang mendalam mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh user dari sistem informasi tersebut.
    Di sisi lain,untuk menghindari adanya efek negatif dari outsourcing, maka perlu dibuat perjanjian yang jelas mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak dan sanksi apabila terjadi pelnggaran.

  • Yulita

    Saya sangat setuju bahwa pemilihan outsource bisa menguntungkan atau merugikan perusahaan. seperti yang terjadi pada perusahaan saya, setelah memakai partner outsource ternyata sistem malah semakin kacay dan tidak bisa digunakan selama 3 hari. Hal itu cukup merugikan

  • Saya ingin mengomentari ketersediaan sumber daya, mungkin salah satu pertimbangan perusahaan untuk melakukan outsourcing karena keterbatasan sumber daya seperti:
    Biaya pengembangan sistem sangat tinggi (capital resources)
    Faktor waktu/kecepatan (time resources)
    .

  • Saya ingin mengomentari ketersediaan sumber daya, mungkin salah satu pertimbangan perusahaan untuk melakukan outsourcing karena keterbatasan sumber daya seperti:
    Biaya pengembangan sistem sangat tinggi (capital resources)
    Faktor waktu/kecepatan (time resources)

  • ternyata outsourcing tidak selalu berjalan mulus. banyak kendala yang akan dihadapi perusahaan

  • perusahaan dalam memutuskan apakah memakai outsource atau insource harus melakukan penkajian kekurangan dan kelibihan dari masing masing sehingga dapat diambil keputusan yang tepat dalam menunjang tujuan perusahaan.

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>