Seorang blogwalker mengirimkan e-mail berikut kepada saya:
Assalamualaikum wr wb
sebelumnya perkenalkan nama saya Asep Hidayat Abisena. Saya mengetahui profil pak Setiabudhi dari blog. Terus terang saya berminat untu terjun ke industri software. Sesuatu yang menjadi passion saya sejak saya masih SMA.
saat ini aktifitas saya berbisnis PALUGADA (apa lu mau gua ada)
![]()
karena merasa tidak menikmati bisnis tersebut,,saya ingin memantapkan hati untuk bergerak di bisnis yang memang sudah saya idam-idamkan.
karena merasa ‘gelap’ saya ingin bertanya pada pak Budhi tentang langkah awal memulai bisnis software ini. saya bukan seorang programmer, ataupun administrator, tapi saya menaruh minat yang tinggi terhadap dunia open source dan internet.
mungkin itu dulu yang ingin saya tanyakan. Mudah-mudahan pa Budhi bisa memberikan pencerahan yang membuat mindset saya jadi terbuka.
sesudahnya saya ucapkan jazakumullahu khairan katsira
wassalamualaikum wr wb
Hmmm…. pertanyaan yang menarik sekali. Kita bahas sama-sama yuk..
Berbisnis ISV (independen software vendor) secara umum memiliki kesamaan dengan bisnis-bisnis yang lainnya. Persyaratan mengenai ketersediaan sumber daya, modal, pemasaran dan pengembangan sebenarnya relatif sama dengan bisnis yang lain.
Menyimak informasi mengenai passion yang sudah dimiliki oleh Pak Asep menunjukkan bahwa bisnis yang akan dijalankan tersebut memiliki kemungkinan sukses yang sangat besar.
Passion adalah bagian yang sangat penting dalam memulai usaha apapun dan berlaku tidak hanya di lingkungan bisnis saja. Segala apapun yang dilakukan dengan passion akan menghasilkan fokus yang lebih tajam dan berdampak pada akselerasi pencapaian tujuan-tujuan kita.
Selanjutnya dengan bahan bakar passion tadi, diperlukan aksi nyata untuk mencapai program-program yang kita petakan sebelumnya dalam mengeksekusi bisnis kita.
Dalam bisnis ISV, sebenarnya pasar yang ada sangatlah terbuka luas dan selalu termutakhirkan pangsanya di segala lini. Kondisi tersebut tentu saja menciptakan 2 sisi situasi. Di satu sisi hal tersebut membuka peluang yang sangat luas namun sisi lainnya dapat menyebabkan kebingungan akibat melimpah-ruahnya informasi yang diperoleh.
Membaca peluang-peluang tersebut adalah hal yang sangat penting pada saat inisialisasi awal bisnis kita. Lakukan riset, minimalnya melalui website ataupun mailing list.
Pilihlah beberapa peluang yang kira-kira mampu kita eksekusi dan jalankan segera untuk segera dievaluasi secara berkala dengan tetap melakukan riset kondisi terkini di masyarakat.
Pada saat ada peluang yang mampu “menghasilkan” maka segeralah fokus disana. Biasanya pada saat kita menetapkan diri fokus pada satu segmen tersebut sering memunculkan godaan untuk PALU GADA saat muncul peluang-peluang.
Tetaplah fokus pada pilihan yang sudah kita buat tersebut. Karena salah satu tujuan dari fokus tersebut adalah membangun citra bisnis yang “jelas wujudnya” sehingga saat sebuah kebutuhan muncul maka akan terdefinisikan secara pasti hubungannya.
Membangun citra bisnis memerlukan waktu dan tidak dapat dipastikan memerlukan berapa lama penyebarannya. Namun mencapai sebuah “brand” yang fokus dan tune-in dengan kebutuhan yang terdefinsikan secara jelas hanya bisa dicapai dengan fokus di dalamnya.
Popularity: 2% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Mengapa Saya dan Teman-Teman Berbisnis di Bidang Teknologi Informasi
- Saya Anti Microsoft?
- Perbandingan Fokus Internal Control antara CoBIT, eSAC dan COSO
- Menunggu Langkah Pemberantasan Korupsi Setelah Pembubaran Timtas Tipikor
- Terima kasih Om Bill!
- Review Buku “The Art of Innovation”
- Perbedaan CIO dan CTO
- Pemanfaatan CMM (Capability Maturity Model) Dalam Pengembangan Aplikasi Software
- Pentingnya Menetapkan Visi dan Misi Bisnis Anda
- Outsourcing: Trend Bisnis Mutakhir?
- Open Source Software = Freeware = Software Gratis = Layanan Gratis?
- Tinjauan Beberapa Pemimpin Produk ERP (Enterprise Resources Planning)
- Kesejahteraan VS Kekayaan = Target Infaq VS Income yang Harus Dicapai
- Sebenarnya Apa Sih ERP Itu? Plus Apa Manfaatnya?
- Hidupilah Komunitas bukan Hidup dari Komunitas!

poinnya adalah
1. riset (baca peluang)
2. eksekusi peluang2 yang bisa di segerakan
3. fokus pada peluang yang menghasilkan (sebagai branding atas inisiasi)
4. untuk sementara pakai kacamata kuda
5. (membaca tulisan pa budi tentang mengapa berbisnis IT) niat dan tujuan yang baik dan benar.
sekali lagi terima kasih banyak pa atas pencerahannya.