Alhamdulillah, ada lagi seorang blogwalker yang mengajak kita berdiskusi melalui email berikut:
Selamat sore dan salam kenal pak,
Perkenalkan saya Tutin Giyani, mahasiswa S2 Magister Informatika ITB, yang sedang melakukan penelitian tesis terkait Perancangan Draft Panduan Manajemen Proyek Teknologi Informasi pada Instansi Pemerintah di Indonesia.
Saya mengetahui alamat email bapak dari blog bapak. Jika diperkenankan saya ingin bertanya-tanya dan mendapat masukan dari bapak mengenai penerapan manajemen proyek TI berdasarkan pengalaman dan pengetahuan bapak terkait manajemen proyek TI di Indonesia khususnya di instansi pemerintahan. Hal ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh terkait manajemen proyek TI di Indonesia.
Adapun metodologi penelitian yang saya lakukan:
- Studi literatur untuk mempelajari standar-standar manajemen proyek TI yang sudah ada seperti Project Management Body of Knowledge (PMBOK), PRINCE2, dll.
- Membuat rangkuman fitur-fitur setiap standar.
- Menyusun kriteria-kriteria yang dibutuhkan untuk diterapkan di pemerintahan. Tujuan dari penyusunan kriteria ini adalah untuk menentukan mana fitur-fitur yang akan diadopsi dan mana yang dapat diabaikan, dengan pertimbangan sebuah standar yang lengkap memang baik tetapi tidak praktis dalam pelaksanaan.
- Melakukan seleksi fitur-fitur yang dibutuhkan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan pada point 3.
- Menyusun panduan manajemen proyek TI.
Adapun pertanyaannya antara lain:
- Menurut bapak, penerapan manajemen proyek TI di Indonesia sudah sejauh mana?
- Apakah di Indonesia terdapat standar baku terkait manajemen proyek TI baik di pemerintah maupun non-pemerintah? Jika ada panduan/standar/metoda apa yang sering digunakan dalam pengelolaan proyek TI?
- Mengapa diperlukan sebuah standar manajemen proyek TI yang dapat diterapkan di Indonesia khususnya untuk di pemerintahan?
- Apa saja permasalahan pokok yang sering muncul dalam manajemen proyek TI di Indonesia khususnya di pemerintahan?
- Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kegagalan sebuah proyek TI?
- Apa saja tolok ukur keberhasilan proyek TI?
- Berdasarkan pengalaman bapak, kriteria apa saja yang harus dipenuhi/dicakup oleh sebuah panduan/standar manajemen proyek yang baik dan dapat diaplikasikan di Indonesia khususnya di pemerintahan? Penentuan kriteria ini akan digunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan proses mana yang akan diadopsi dan perlu dilakukan dalam sebuah manajemen proyek dan proses mana yang dapat diabaikan.
- Hal-hal apa saja yang dapat membuat sebuah panduan manajemen proyek sulit untuk diterapkan?
Sekian pertanyaan dari saya pak. Mohon maaf jika telah menyita waktu bapak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Terima kasih pak atas bantuannya.
Hormat saya,
Tutin Giyani
OK, kita bahas sama-sama ya…
- Menurut bapak, penerapan manajemen proyek TI di Indonesia sudah sejauh mana?
- Apakah di Indonesia terdapat standar baku terkait manajemen proyek TI baik di pemerintah maupun non-pemerintah? Jika ada panduan/standar/metoda apa yang sering digunakan dalam pengelolaan proyek TI?
- Mengapa diperlukan sebuah standar manajemen proyek TI yang dapat diterapkan di Indonesia khususnya untuk di pemerintahan?
- Apa saja permasalahan pokok yang sering muncul dalam manajemen proyek TI di Indonesia khususnya di pemerintahan?
- Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kegagalan sebuah proyek TI?
- Apa saja tolok ukur keberhasilan proyek TI?
- Berdasarkan pengalaman bapak, kriteria apa saja yang harus dipenuhi/dicakup oleh sebuah panduan/standar manajemen proyek yang baik dan dapat diaplikasikan di Indonesia khususnya di pemerintahan? Penentuan kriteria ini akan digunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan proses mana yang akan diadopsi dan perlu dilakukan dalam sebuah manajemen proyek dan proses mana yang dapat diabaikan.
- Hal-hal apa saja yang dapat membuat sebuah panduan manajemen proyek sulit untuk diterapkan?
Agak sulit menjawab pertanyaan ini.
Jawaban yang bisa saya berikan secara subyektif menurut pengalaman saya selama ini terlibat dalam manajemen proyek IT di Indonesia.
Secara umum, mayoritas lembaga di Indonesia masih lemah dalam pengelolaan sumber daya IT-nya dari mulai hulu ke hilir. Kelemahan di bagian hulu tentu saja memiliki dampak yang sangat terasa untuk proses selanjutnya dari pengelolaan sumber daya IT, termasuk di antaranya adalah manajemen proyeknya.
Sebenarnya hal tersebut bagi saya tidak terlalu mengherankan karena SDM di bidang IT nasional lebih diarahkan memiliki kompetensi engineering daripada manajerial di bidang IT.
Sekalipun ada mata kuliah di bidang manajemen ataupun manajemen proyek, kedua materi tersebut tidak dibahas secara terperinci sehingga mayoritas mahasiswa kurang memahami penerapan dari kedua materi tersebut.
Sepanjang pengetahuan saya belum ada standar baku manajemen proyek di lingkungan pemerintah.
Ada beberapa lembaga nonpemerintah yang sudah menerapkan beberapa best-practices manajemen proyek IT seperti PMBoK.
Demi mencapai standar efisiensi dan efektifitas serta kualitas keluaran dari sebuah proyek IT maka kebutuhan akan sebuah standar manajemen proyek IT adalah sebuah keharusan.
Jika melihat beberapa negara yang sudah mapan penerapan IT-nya maka dapat dilihat bahwa masing-masing lembaga ataupun pemerintahan sudah menetapkan standar manajemen proyeknya sendiri yang disesuaikan dengan obyektif kelembagaannya.
Masalah pokok adalah keterbatasan SDM yang memiliki kompetensi di bidang manajemen proyek IT.
Faktor utama dari kegagalan sebuah proyek IT tentu saja lemahnya perencanaan dan pengelolaan sumber daya.
Lemahnya perencanaan akan menyebabkan kurangnya persiapan dalam eksekusi proyek tersebut. Misalkan persiapan sumber daya yang harus tersedia supaya proyek dapat berjalan mulus atau skema penganggaran yang dapat menutupi seluruh kebutuhan pembiayaan proyek.
Sebuah proyek tentu saja memiliki obyektif yang harus dicapai dalam batasan-batasan dan spesifikasi yang sudah ditetapkan sebagai tolok-ukur obyektif tersebut.
Tentu saja sebuah proyek disebut berhasil jika obyektif tersebut dapat dicapai dengan syarat dan kondisi yang digambarkan tadi.
Sederhana saja.
Seluruh sistem manajemen proyek harus mampu mengakomodir seluruh obyektif yang diinginkan oleh lapisan teratas manajemen organisasi yang menerapkannya.
Kesulitan terbesar adalah mensosialisasikan standar tersebut ke seluruh elemen organisasi supaya mereka memahami pentingnya menggunakan panduan tersebut.
Nah, semoga informasi tersebut dapat membantu Anda dan tentu saja masukan dari rekan-rekan yang lain pun sangat dinantikan.
Popularity: 2% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian IV)
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian II)
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian V)
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian III)
- IT Audit Standard Tools/Framework (Bagian I)
- Incognito Management on Business
- Bisnis IT di Indonesia Tidak Akan Pernah Berkembang?
- Indonesia Mau Membangun PLTN? (Semburan Lumpur & Sampah Saja Susah Diurusnya)
- Kenapa Nggak Pakai Nama Domain Indonesia?
- Hal-Hal yang Ingin Saya Sampaikan (kalau) Bertemu Bill Gates di Indonesia
- Akankah Terjadi Revolusi Indonesia?
- Pemanfaatan CMM (Capability Maturity Model) Dalam Pengembangan Aplikasi Software
- Anggaran TI (Information Technology Budgeting) Bagian V
- Indonesia Punya Posisi Tawar yang Kuat Terhadap Amerika Lhoo..
- Catatan Kecil Penutupan Rakernas Rumah Zakat Indonesia

Sepengetahuan saya yang paling baik pengaturannya adalah dalam industri perbankan. Semua bank harus mengikuti regulasi dari Bank Indonesia termasuk dalam aspek TI.
Suharto