Gara-gara (sok) sibuk, baru sekarang saya “menyempatkan” diri menulis catatan kecil Rakernas Rumah Zakat 2010. Undangan menghadiri Rakernas Rumah Zakat paling pantang saya lewatkan.
Bagaimana mungkin saya melewatkan isi-ulang energi perjuangan saya plus menambah ilmu dan hikmah walaupun hanya seharian saja? Tentu saja termasuk acara makan-makannya yang luar biasa, hehehe
Setiap tahun sejak 2009 saya menyaksikan bagaimana gelora optimisme dan energi positif perjuangan dihujamkan ke dalam kesadaran masing-masing orang yang hadir di majelis tersebut.
Badai boleh datang menerpa kapan saja.
Tapi bukankah badai itu yang akan memberikan nilai pada perjuangan yang kita lakukan saat mengarungi samudera luas dengan bahtera kebersamaan menuju Pulau Harapan?
Badai bukan menjadi alasan untuk surut melangkah dan menunda perjalanan. Badai hanya sekedar “pewarna” dalam perjalanan mengarungi samudera.
Selama kita menyiapkan kapal yang dirancang mampu menerjang badai, sistem organisasi dan manajemen awak kapal yang handal dan koordinatif, persiapan dan perencanaan yang matang maka menuju Pulau Harapan bukanlah sekedar angan-angan.
Lantas bagaimana jika ternyata kapal karam?
Sayangnya bayangan tersebut tidak tercetus dalam pikiran para pejuang peradaban ini.
Popularity: 1% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Catatan Kecil Penutupan Rakernas Rumah Zakat Indonesia
- Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
- The Perfect Storm
- Oleh-Oleh Mudik Lebaran 2008
- Catatan Kecil Milad II TDA
- Resolusi 2010
- Tangkap Mimpimu! (Inspired by GOAL! The Dream Begins)
- Haruskah Menjadi Wirausahawan?
- Kompetisi Antar Lembaga Amil Zakat
- Review Buku: Sukses Tanpa Batas
- Isro Mi’roj: “Sebuah Ujian Besar Keimanan”
- Para Raja yang Tidak Pernah Bermimpi Menjadi Raja
- Sebuah Catatan Serampangan Mengenai Sabdo Palon
- MetaCare: Road to INAICTA 2010 Open Source Category Winner
- Haruskah Memilih yang Terbaik dari yang Terburuk?

Saya pernah tertarik dengan rumahzakat.org. Saya pernah menanyakan via email ke mereka apakah ada kerjasama dengan partai politik atau tidak dan mereka menjawab IYA maka langsung saya balik kanan (walaupun kerja sama tersebut bisa jadi cuma insidentil dan tidak terus menerus).
Untuk masalah zakat, infaq, atau shodaqoh saya lebih sreg kalau sama sekali tidak ada bau politiknya…