Alhamdulillah, akhirnya perjalanan liburan mudik lebaran 2007 ini berhasil dilampaui dengan selamat dan berbahagia
Perjalanan mudik saya pun tergolong aneh (menurut teman-teman saya sih) karena bukannya pulang kampung tapi saya justru pulang kota, walaupun akhirnya tetap saja mudik juga ke kampung
Sehabis sholat Ied di lapangan Rajawali Cimahi dan bersilaturahmi dengan tetangga di kompleks rumah maka saya, isteri dan anak kami pun berangkat mudik ke Jakarta karena orang tua isteri saya tinggal disana (makanya disebutnya pulang kota, hehehe..)
Menyenangkan sekali karena perjalanan kami melawan arus sehingga perjalanan dari rumah kami di daerah Sangkuriang Cimahi ke rumah mertua di daerah Condet Jakarta Selatan hanya ditempuh dalam waktu 90 menit!
Jadi Anda bisa bayangkan berapa tinggi kecepatan mobil kami dipacu oleh supir gebleg macam saya begini
Setelah bersilaturahmi dengan keluarga dari pihak isteri dan beristirahat beberapa hari di Jakarta dan sekitarnya, kami pun pulang kembali ke Cimahi dan dilanjutkan langsung ke Ciamis untuk menemui keluarga saya dari pihak ibu.
Alhamdulillah karena melawan arus lagi, kami tidak mengalami kemacetan parah yang biasa terjadi di daerah Rancaekek-Nagreg walaupun lalu lintas lumayan padat dibandingkan hari-hari biasa.
Seperti biasa, di Ciamis saya memuaskan ngemil jajanan-jajanan tradisional khas seperti kue saroja, opak dan wajit (gagal lagi deh program penurunan berat badannya
)
Karena pulang di hari terakhir masa liburan, lalu lintas sangat padat sepanjang perjalanan dari Ciamis menuju Cimahi.
Akhirnya kami pun memutuskan untuk menggunakan jalur alternatif melalui Wado kemudian tembus ke Sumedang dan pulang melalui Jatinangor.
Di Sumedang kami menyempatkan diri untuk beristirahat dulu dan mencari oleh-oleh tahu goreng khas kota tersebut.
Karena banyak yang merekomendasikan Tahu Bungkeng, YuFo, Citra Sari dan Saribumi, kami pun memutuskan untuk menyinggahi semua restoran tahu Sumedang tersebut, hahaha..
Persinggahan pertama kami adalah Saribumi, karena terlewati sebelum masuk ke pusat kota Sumedang. Tahunya enak, padat dan lumayan besar ukurannya plus harganya murah, hanya 400 rupiah per biji. Sayangnya tidak disediakan bumbu tauco seperti di restoran yang lain.
Selanjutnya kami pun melanjutkan wisata kuliner ke Tahu Bungkeng, Yufo dan Citra Sari karena berdekatan tempatnya.
Akhirnya dengan perut kenyang dan mulut yang terus mengunyah tahu Sumedang yang gurih, kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Cimahi.
Popularity: 3% [?]
Topik yang mungkin Terkait:
- Oleh-Oleh Mudik Lebaran 2008
- Seafood Saung Otoy
- Review Buku: Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak
- Yamien “Pe-Ed” Kolmas
- Tempat Jajan di Kaltim..
- Surat Terbuka untuk Yang Mulia Para Petinggi Negeri
- Sate Madura Baros
- Gudeg Ceker Warung Ibu Hartini
- Memori Ramadhan 20 Tahun Lalu
- Hati-Hati dengan Penafsiran Anda Terhadap Tulisan
- Anda Kurang Usaha Demi Mencapai Kebebasan Finansial dan Pensiun di Usia Muda
- Dapur Keraton “Satu-Satunya Kafe di Cimahi”
- Mencari yang Mau Menerima Kebaikan Saja kok Susah..
- “The Valley” Salah Satu Tempat Makan Romantis di Bandung
- Ayam Panggang Larasati

Di Sini Lah Kami Untuk Berbuka Puasa Bersama Keluarga & Beserta Teman-Teman
Mudah-Mudahan Mereka Semua Suka Makanan Khas Yang Mereka Rasakan Yang Ajip