![]() |
Diminta untuk menceritakan diri sendiri, sepertinya kok jadi narcist banget ya Mungkin kilasan cerita-cerita tentang saya berikut ini bisa jadi gambaran yang lumayan tidak terlalu narcist.. Menurut Ibu Sriwardiningsih, wanita terkasih yang mengandung, melahirkan dan merawat saya, saya lahir pada hari Kamis Pon pada tanggal 24 Maret 1977 di Kota Cimahi. |
|
Kemudian oleh Bapak M. Joko Sumarno, laki-laki yang sangat saya hormati dan cintai dan tentunya suami dari Ibu Sriwardiningsih, bayi lucu nan mungil dan imut-imut tersebut diberi nama Ariesta Tribowo Cahyono.
Namun sayang setrilyun sayang.. karena saya sering sakit-sakitan dan malah sempat mengalami mati suri di usia empat bulan, atas petuah dan nasihat dari para tetua yang sangat ketat memegang teguh tradisi Jawa dan Sunda maka nama saya harus diganti menjadi Setiabudi. Maka sejak saat itu nama saya di akta kelahiran dan dokumen resmi lainnya pun berubah jadi Setiabudi. Tapi karena sudah kepalang dipanggil dengan nama panggilan Aries maka sebutan itu tidak pernah berubah sampai detik ini. Masa kecil saya sih kayanya biasa-biasa saja. Cuma menurut cerita dari para paman dan bibi, pada usia satu tahun kepala saya pernah pecah gara-gara jatuh dari meja dan ketabrak VW Kodok milik dr. Adam di usia dua tahun Pendidikan formal saya dimulai di usia empat tahun. Taman kanak-kanak malang yang menerima saya waktu itu adalah TK Ade Irma Suryani Nasution yang dikelola oleh Yayasan Persatuan Istri Tentara Candra Kirana Cabang Komando Distrik Militer Ciamis. Setelah membuat para ibu guru dan mungkin juga para teman saya di TK menderita selama dua tahun, saya kemudian dinyatakan lulus! Kemalangan para pendidik dan pengajar serta teman-teman berlanjut saat saya kemudian diterima di Sekolah Dasar Negeri Janggala 5 Kabupaten Ciamis. Untungnya kemalangan mereka ini tidak harus berlangsung selama enam tahun karena pada saat naik ke kelas 3 saya ikut orang tua pindah ke Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur. Sekolah dasar yang menerima derita untuk mendidik dan mengajar saya adalah Sekolah Dasar Negeri 1 Kecamatan Sukomoro. Setelah selama empat tahun menderita karena mendidik dan mengajar saya, para guru pun meluluskan saya dengan penuh kegembiraan Saya juga heran mengapa para guru di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 1 Kabupaten Ciamis berkenan menerima saya untuk belajar disana di Kelas 1-D. Lulus dari SMP Negeri 1 Ciamis saya pun diterima di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Bandung di Kelas 1-2. Jurusan yang saya ambil waktu itu A-1 (Fisika) di Kelas Fisika-4 dari kelas 2 sampai lulus. Pada saat duduk di bangku SMA inilah nama panggilan Tia dideklarasikan. Penyebab utama panggilan ini muncul karena kebetulan saat itu di angkatan kami banyak yang dipanggil Budi sehingga muncul ide dari teman saya Anggara untuk memanggil saya Tia. Gitu.. Kelas Fisika-4 waktu itu katanya terkenal keren-keren dan solid Lulus dari SMAN 4 Bandung saya berangkat ke Pangkalan Udara Adisucipto Yogyakarta untuk mencapai cita-cita jadi pilot di Sekolah Penerbang ABRI Skuadron Pendidikan 104 Yogyakarta melalui program PSDP (Prajurit Sukarela Dinas Pendek). Sayangnya jalan nasib saya tidak mengarahkan untuk jadi penerbang. Saya dikembalikan ke masyarakat (beneran itu bunyi SKEP Pangab yang saya terima) hingga harus menempuh pendidikan tinggi saya di Bandung. Setelah berkonsultasi dengan beberapa teman maupun orang tua dan hanya tinggal Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bandung yang masih membuka pendaftaran Karier profesional saya di bidang TI dimulai di tahun 1997 sebagai seorang freelance programmer bagi beberapa perusahaan/kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek di institusi pemerintah. Sempat juga kerja di sebuah kantor cabang konsultan manajemen asing di Jakarta tapi cuma bisa bertahan 8 bulan. Tapi saya bersyukur sempat keluar dari perusahaan itu karena nggak berapa lama perusahaan itu bubar karena kesandung masalah WorldCom dan Enron. Setelah malang-melintang jadi buruh di beberapa perusahaan, akhirnya saya dan beberapa teman nekat mendirikan sebuah perusahaan sendiri bernama PT. Bandung InfoTech di tahun 2001. Sayangnya karena kesibukan yang tinggi dari masing-masing pendiri dan sulitnya menyatukan visi dan misi usia perusahaan itu hanya sampai tahun 2004. Akhirnya pada tahun 2005, saya dan dua orang teman (Agung dan Yuyus) membangun usaha bersama dengan mengibarkan bendera PT. AWAKAMI. Alhamdulillah, bisnis di bidang teknologi informasi yang kami jalankan ini bisa berkembang dengan baik sampai sekarang. Semoga saja ini bisa jadi usaha yang akan diwariskan pada anak cucu kami kelak. Saat ini saya dan beberapa rekan sedang mengurus “bayi” kami yaitu sebuah IT Outsourcing Provider dengan bendera Metasistem Solusi dan layanan dukungan solusi bisnis rumah sakit bernama Solusi Rumah Sakit. Oh iya, kalau bicara mengenai hobi, saya sangat senang tidur, makan dan tidur lagi (hiyahh.. nggak berkualitas banget sih hidupnya). Kadang-kadang sih diselingi dengan membaca, menulis, menggambar, berhitung, menyanyi, menari, melompat, bercanda, dsb.. Paling-paling kalau ada waktu luang saya sering hiking dan tracking ke alam bebas. Tempat yang pernah saya kunjungi antara lain Gunung Syawal, Gunung Burangrang, Gunung Bromo, Gunung Slamet, Gunung Rinjani dan Mount Everest (kalau yang terakhir ini sih cita-cita yang belum pernah kesampaian Mengunjungi kota-kota yang punya tempat-tempat wisata terutama yang memiliki situs-situs bersejarah juga sering saya lakukan kalau punya waktu dan uang tentunya. Kota favorit saya antara lain Bandung, daerah Jakarta Kota, Yogyakarta, Surakarta, Malang, Surabaya, Kutai Kartanegara (situs-situs kerajaan tertua di Indonesia ada disini selain beberapa kali dapat kerjaan disana Kadang-kadang kalau lagi nggak males dan ada yang nemenin saya suka jogging, berenang dan main basket. Olah raga yang masih rutin saya lakukan ya latihan bela diri. Lumayan buat jaga stamina dan bertahan hidup! Padahal waktu awal dulu saya belajar silat di umur 5 tahun, saya sampai nangis-nangis menolak saat dibawa ayah kami tercinta ke padepokan Kalau untuk bahan bacaan favorit sih sepertinya nggak ada. Paling buku yang pernah saya baca dan memberikan kesan mendalam antara lain Di Bawah Bendera Revolusi, Sarinah, Soekarno dan Kesayangannya, Das Kapital (saduran Bahasa Indonesia), Ihya Ulumuddin, Riyadusholihin, the Canon, Shiroh Nabawiyah, Berperang Demi Tuhan, Little House in the Prairie (saduran Bahasa Indonesia), Tom Sawyer, buku-buku karangan Enid Blyton, Tafsir Ibnu Katsir, The Seven Habits of Highly Effective People, How to Win Friends and Influence People, Epik Mahabarata, Epik Ramayana, Epik Wayang Purwo, Injil Barnabas, Filsafat Modern dan tentu saja Al-Qur’an. Buku-buku tersebut banyak membentuk karakter dan pola pikir saya sampai sekarang. Jika ada beberapa judul yang terlihat langka, kebetulan itu saya baca dalam kurun waktu SD-SMP saat liburan di rumah kakek yang perpustakaan pribadinya tersimpan buku-buku tersebut. Jadi sudah cukup ke-narcist-an saya dipublikasikan seperti ini.. Untuk kontak maupun kenalan hingga diskusi yang lebih lanjut silahkan kontak saya via: Mohon maaf sebelumnya jika IM, SMS, email maupun telpon Anda terlambat direspon karena mungkin saya sedang rapat, istirahat atau membebaskan diri dari “polusi” teknologi.. hehehe Terima kasih sudah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya untuk membaca halaman ini sampai tamat Foto di halaman ini adalah rekaman saya bersama dua wanita yang sangat saya cintai, isteri saya M. Rahayuning Asih dan puteri kami Rania Maharani dan si perkasa Rajendra Attar Rajasa. Saya yakin Anda bisa menebak yang mana gambar saya.. |
|
Popularity: 8% [?]


10 Komentar Terakhir